Akulah roti yang telah turun dari surga.

Injil Yohanes ini bertemakan:” Akulah roti yang telah turun surga”. Tentu saja ini sangat figuratif atau simbolis. Artinya Sabda yang telah difirmankan oleh Yesus adalah makanan jiwa kita. Makanan jiwa itu yang menjadikan hidup selalu dipenuhi dengan Firman Tuhan. Tapi tidak sekedar dipenuhi saja, tetapi juga dilaksakannya. Kalau hanya disimpan saja tanpa dilaksanakan dalam hidup ini, maka sia-sialah usaha kita. Yesus sendiri mengatakan:”Barang siapa makan dagingku dan minum darah-Ku, ia tinggal dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Ak dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku akan hidup oleh Aku. Akulah roti yang telah turun dari surga, bukan roti yang dimakan oleh nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barang siapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya”. Semua hal di atas disampaikan oleh Yesus di Kapernaum, ketika Ia mengajar di rumah ibadat.

“Akulah roti yang telah turun dari surga”. Gambaran ini dimaksudkan bahwa roti itu adalah makanan yang mengenyangkan perut kita. Tapi disampaikan di atas bahwa ituarti simbolis. Memang roti dapat mengenyangkan perut kita. Itulah makanan jasmani kita, bukan makanan rohani. Makanan jasmani itu mengenyangkan poerut kita, tapi makanan rohani memuaskan jiwa kita. Dalam menyongsong hidup kita yang akan datang, maka kita harus mempersiapkan diri kita dengan makan rohani kita. Kita butuh makanan yang selalu menguatkan hidup kita dan juga mensejahterahkannya yaitu kalau kita selalu makan roti yang telah turun dari surga.

Demikianlah reflesi singkat www.kuasadoa.com, Tuhan memberkati-***

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.