Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal.

Injil Yohanes hari ini ( Yoh 6:22-29) bertemakan:” Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup kekal?”. Makanan apakah itu? Itu adalah simbolik. Bukan makanan untuk kebutuhan perut, tapi makanan yang harus kita pelihara dan terus kita cari yakni bahwa kita harus percaya kepada Dia yang telah diutus Allah. Dengan kata lain kita harus percaya akan Firman yang telah disdampaikan oleh Yesus kepada bangsa-bangsa di dunia ini. Mengapa demikian? Yesus adalah jalan, kebenaran dan hidup. Artinya Yesus memberikan Dirinya bagi keselamatan umat manusia. Terserah kepada kita semua mau percaya atau menolak. Yesus adalah Sang Terang, Dia memberikan terang kepada jalan-NYa agar setiap orang yang berjalan dalam terang itu tidak jatuh atau tersandung, karena jalannya terang. Beda dengan mereka yang berjalan dalam kegelapan. Mereka jelas menolak Sang Terang. Tidak ada manusia yang berani menyatakan Diri-Nya sebagai Sang Terang. Dan bahkan Ia memberikan Diri-Nya untuk keselamatan umat manusia.

“Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai hidup yang kekal

“. Pada umumnya kita bekerja untuk mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan perut yang lapar. Bukan ini tidak benar, tapi kita diminta untuk bekerja untuk mencari makanan yang bertahan lama sampai pada hidup yang kekal. Yesus telah memberikan Diri-Nya dan Darah-Nya bagi keselamatan umat manusia, dan Yesus adalah satu-satunya Anak Manusia yang memberikan Diri-Nya untuk keselamatan kita. Oleh karena itu, kita diajak percaya akan Firman-Nya, karena Dia satu-satunya Anak Allah yang membimbing manusia kepada Terang.

Sudahkah kita mempersiapkan diri kita untuk menerima Sang Terang itu. Jika belum bekerjalah untuk makanan yang bertahan terhadap hidup yang kekal. Itulah tujuan manusia pada akhirnya. Jika kita hanya memikirkan untuk memperoleh untuk mencukupi perut saja, maka kita kehilangan kesempatan untuk makanan yang sesungguhnya yang dapat bertahan sampai kehidupan kekal; Semoga refleksi ini membuka mata hati kita untuk terus mencari makanan yang bertahan sampai hidup yang kekal.

Dmikianlah refleksi www.kuasadoa.com. Tuhan memberkati.-***