Kamu menyelidiki Kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup kekal.

Injil Yohanes hari ini (Yoh 5:31-47) antara lain berbicara ” Kamu menyelidiki Kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup kekal.” Thema hari ini yang berfokus pada judul di atas, dengan maksud bahwa mereka yang menelaah Kitab Suci dan berhenti di situ menyangka bahwa orang itu akan memasuki hidup kekal. Bukan menyelidiki Kitab Suci, tapi kita mengejar Yesus sebagaimana tertulis dalam Kitab Suci. Ada banyak hal tertulis dalam Kitab Suci. Kemudian Yesus juga mengatakan:” Kamu telah mengirim utusan kepada Yoahnes dan ia bersaksi tentang kebenaran. Sehubungan dengan hal itu Yesus mengatakan:” Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan. Yohanes adalah pelita yang menyala dan bercahaya, dam kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu.

Kamu menyelidiki Kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup kekal. Artinya kurang lebih bahwa kalau kita mengajarkan tentang Kitab Suci, konsentrasi kita bukan cara mmengajar dan ingin mendapatkan sambutan dari pendengarnya, tapi harus lebih jauh mencari sumbernya. Sumber pada Kitab Suci adalah Tuhan sendiri. Itu yang harus kita cari dan sampaikan kepada pendengarnya. Yesuslah sumber dari segala sumber. Firman-Nya yang penuh kuasa adalah suatu kebenaran. Yesus mengatakan:” Bapa telah mengutus Aku. Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya dan rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat dan firman-Nya tidak menetap dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya.” Ini suatu kesaksian bahwa Yesus itu benar-benar utusan Allah. Jadi sekiranya kita percaya pada Dia, maka kita juga percaya pada Bapa yang mengutudd-Nya. Karena intinya Anak (Yesus) itu sama dengan Bapa. Dalam Yohanes 10:30 dikatakan” Jika kamu melihat Aku, kamu juga melihat Bapa. Karena Bapa dan Anak adalah satu”. Dari ungkapan ini mau disampaikan Yesus itu benar-benar utusan Allah atau bahkan Allah itu sendiri yang menjadi manusia. Oleh karena itu dalam hal menyelidiki Kitab Suci, kita diharapkan mencari Yesus Sang sumber kehidupan itu sendiri.

Demikianlah refleksi www.kuasadoa.com, Tuhan mmberkati.-***

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.