Yesus berjalan dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

Injil Lukas hari ini (Luk 4:24-30) mengisahkan Yesus berjalan dari tengah-tengah mereka, lalu pergi. Yesus ingin dilemparkan dari tebing yang tinggi, karena para pendengarnya mengetahui bahwa merekalah yang dimaksud oleh Yesus. Ketika itu Yesus datang ke Nazareth, dan seperti biasa Ia mengajar di rumah ibadat dan Yesus pun berkata:”Sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. Dan Sabdanya itu benar. Yesus mengajar penuh kuasa, dan mereka pun tidak percaya bagaimana mungkin, Anak seorang tukang kayu dapat memukau mereka. Lantas Ia menggambarkan bagaimana nabi Elia bukan diutus salah seorang dari janda-janda, melainkan kepada seroang janda di Sarfat, di tanah Sidon. Demikianlah pula nabi Elisa bukan untuk menyembuhkan orang-orang kusta di Israel. Tak seorang pun yang ditahirkan, tapi justru sorang kusta bernama Naaman yang tinggal di Siria. Mendengarkan Sabda Yesus itu mereka sangat marah. Mereka bangun dan menghalau Yesus dari rumah ibadat, dan menangkap Yesus dan membawa-Nya ke tebing gunung untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Tapi Yesus berjalan lewat di tengha-tengah mereka, lalu pergi.

Apa yang dapat kita tangkap dari Injil Lukas di atas? Pertama, konflik antara orang Farisi dan ahli Taurat makin memanas. Mereka sempat membawa Yesus ke tebing tinggi dan mau melemparkan-Nya, Tapi karena belum waktunya, ada mukjizat yang luar biasa, bahwa Yesus luput dari cengkeraman para musuhnya dan bahkan mampu berjalan di tengah mereka tanpa halangan suatu apa pun karena waktunya belum tiba. Memang dalam masa Prapaskah 2021 ini Injil Lukas akan menampilkan Yesus sebagai incaran orang Farisi dab ahli Taurat untuk dibunuh. Tapi karena memang belum saatnya Yesus masih dengan leluasa terhindar dari incaran musuh-musuh-Nya. Kedua, apa yang dialami Yesus juga menggambarkan kondisi kita. Kalau belum saatnya, kita semua masih dalam kondisi aman.

“Yesus berjalan dari tengah-tengah mereka, lalu pergi” adalah ingin menyampaikan bahwa ini suatu mukjizat Ilahi. Walau para musuh-Nya ingin memusnakan atau membunuh Yesus, kalau belum saatnya, maka semuanya akan berjalan dengan aman. Inilah penyelenggaraan Ilahi yang luar biasa.

Demikianlah refleksi www.kuasadoa.com, Tuhan memberkati kita semua.-***

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.