Yesus Menjadi Tanda Yang menimbulkan perbantahan.

Injil Lukas hari ini ( Luk 2:22-40) mwngisahkan Yesus dipersembahkan kepada Bait Allah. Adalah seorang yang saleh bernama Simeon, yang selalu hidup di Bait Allah. Saat ini ia telah melihat keselamatan yang datang dari Allah. Waktu Yesus sudah genap waktunya untuk ditahirkan menurut hukum Taurat. Maria dan Josep membawa-Nya ke Yerusalem untuk dipersembahkan kepada Tuhan sebagaimana tertulis dalam Kitab Taurat, di mana semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah. Selain itu mereka juga harus mempersembahkan sepasang burung tekukut atau 2 ekor anak burung merpati. Simeon sebagai disebutkan di atas, sebagai seorang yang saleh hidupnya bernubuat tentang Yesus dan juga ibu-Nya. Dalam nubuatnya, Siemeon menegaskan bahwa Yesus akan menjadi perbatan bagi banyak orang. Sejak Yesus muda, sampai wafatnya di kayu salib hingga saat ini Nama Yesus selalu menjadi perbatahan bagi banyak orang. Ada yang menerima-Nya sebagai Juru Selamat, tapi tidak sedikit yang menolak-Nya. Yang pasti tanda perbantahan terus terjadi sampai saat ini dan mungkin juga di masa mendatang.

Walau sudah tertulis bahwa DiriNya adalah jalan, kebenaran dan hidup sebagai tertulis dalam Yohanes 14:6, tapi banyak orang belum dapat menerimaNya. Walau itu suatu kebenaran yang hakiki, tapi banyak orang menolak-Nya. Menerima atau menolak adalah kebebasan hidup. Tapi siapa saja yang menerima akan diselamatkan, dan yang menolak akan dihukum. Bagaimana bentuk hukumannya kita tidak tahu> Biarlah Tuhan sebagai Hakim Agung yang akan menghukumnya. Yang menerima Yesus bermaknda bahwa mereka telah berjalan dalam “Teramg Roh Kudus”, sementara yang menolak, masih berjalan dalam kegelapan.

Yesus sebagai Tanda perbantahan akan terus terjadi sampai akhir zaman. Karena banyak orang masih mencari-cari Wajah Yesus yang sebenarnya. Kita akan mengenal Wajah Yesus, kalau kita sering membaca Kitab Suci. Dengan membaca dan merenungkannya serta menjalankannya, kita lama-kelamaan akan paham siapakah Sosok Yesus yang menjadi Tanda perbantahan itu. Sebagai pengikut-Nya, kita terus berterimakasih atas panggilannya dan kita mau menanggapi-Nya dengan cara mengikuti jejak-Nya.

Demikianlah sedikit refleksi singkat Injil Lukas hari ini, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.