Pertentangan tentang Yesus di antara orang banyak.

[su_dropcap]M[/su_dropcap]endekati puncak liturgi Gereja, Kitab Suci berbicara banyak tentang ‘ pertentangan tentang Yesus di antara orang banyak’. Mengapa demikian begitu memusuhi Yesus? Di antara orang banyak itu adalah orang-orang Farisi dan ahli Taurat. Kedua kelompok ini terus berusaha melawan Yesus. Mereka terus mencari-Nya tidak hanya di Yudea tetapi juga daerah lain di antaranya Galilea. Mereka terus menyisir di kedua daerah itu, tetapi mereka masih belum mampu menangkap Yesus. Bahkan Yesus tetap seperti biasanya yakni mengajar orang banyak. Yesus tahu semuanya, tetapi karena belum waktunya Yesus masih dengan leluasa mengajar orang banyak.

Dalam Injil Yohanes (Yoh 7:1-2, 10, 25-30) tertulis bagaimana Yesus mengajar di Bait Allah seperti biasanya. Di antara orang banyak pun juga ada yang tahu bahwa Yesus tengah dicari-cari oleh orang Farisi dan ahli Taurat yang hendak menangkap Yesus, tetapi mereka masih belum dapat menangkap-Nya. karena tertulis di dalam Kitab Suci, memang belum waktunya. Mereka makin marah, ketika Yesus berbicara kepada orang banyak sbb:” Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal. Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku”. Mendengar ajaran Yesus, mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saatnya belum tiba.

Pertentangan antara Yesus dan para musuhnya telah mengakibatkaan sengsara dan wafat Yesus di kayu salib hina. Inilah nasib Yesus yang berserah kepada kehendak Bapa-Nya yang mengutus-Nya. Ia berserah kepada kehendak Bapa-Nya demi keselamatan umat manusia. Keselamatan itu harus diraih melalu pengurbanan Yesus di kayu salib. Dengan cara inilah Tuhan mau menyelamatkan umat manusia. Secara nalar manusia, maka Yesus sebagai Mesias dianggap telah gagal menyelematkan Diri-Nya. Pada hal bukan itu maksud kehadiran-Nya di tengah dunia. Selama 33 tahun Ia telah berada di tengah dunia. Selam tiga tahun Ia memberikan pengajaran kepada dunia untuk memperoleh hidup kekal di dalam Kerajaan Surga.

Dengan kata lain pula, untuk memperoleh hidup kekal di dalam Kerajaan Surga, ternyata harus ditempuh yang namanya ‘via dolorosa’, atau jalan penderitaan. Artinya tanpa usaha keras dalam peziarahan hidup manusia, cukup sulit untuk memperoleh hdiup kekal di dalam Kerajaan Surga. Oleh karena itu kehadiran Yesus adalah untuk memberikan pemahaman tentang hidup baik untuk memperoleh hidup kekal. Dengan demikian, kalau kita percaya dan mengimani akanj Yesus sebagai Mesias Utusan Allah, dan mau melaksanakan perintah dan ajaran-Nya, maka hidup kekal di dalam Kerajaan Surga sebagaimana dijanjikan Yesus akan terpenuhi. Kita mengimani bahwa Yesus itu hidup dan bertahta di dalam Kerajaan Surga. Ia berada di tempat itu juga menyediakan tempat bagi orang yang percaya kepada-Nya.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘ Pertentangan tentang Yesus di antara orang banyak’, Tuhan memberkati.=-***

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.