Kamu tidak tahu apa yang kamu minta.

[su_dropcap]Y[/su_dropcap]esus hari ini menegur ibu dari anak-anak Zebedeus dengan mengatakan :” Kamu tidak tahu apa yang kamu minta”. Teguran ini juga disampaikan kepada kita bahwa terkadang kita meminta sesuatu yang tidak pada tempatnya. Kita memohon sesuatu yang salah kepada Tuhan, sehingga akhirnya kita tidak menerima apa-apa. Pada suatu hari didengar suatu kesaksian begini:” Saya sudah lama berdoa bahkan dibantu pula oleh seorang biarawan agar suatu saat dapat memperolh sebuah rumah. Doa itu sudah dijalankan tahunan bahklan mungkin puluhan tahun. Namun belum terkabul doanya”. Jangan-jangan tidak terkabulnya suatu doa iu, karena kita tidak tahu apa yang harus kita minta.

Injil Matius (Mat 20:17-28) hari ini menggambarkan betapa kita sering salah dalam meminta sesuatu kepada Tuhan. Bahkan ada kesan kita memaksa Tuhan untuk mengabulkan doa kita. Bahkan Santo Yakobus dalam suratnya mengatakan:” Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan nafsumu”. .

Oleh karena itu, kalau kita memohon sesuatu kepada Tuhan dan sudah lama tidak dikabulkan seharusnya kita berpikir ulang tentang doa-doa yang kita daraskan. Kita harus memeriksa bathin kita, barangkali ada yang salah.

Dalam doa kita harusnya dilandasi dengan penuh iman, dan yang tidak kalah pentingya adalah sikap rendah hati. Kita ingat dalam Kitab Suci bagaimana ketika Yesus memberikan perumpamaan tentang doa orang yang berbeda latar belakang. Doa yang satu dilakukan oleh orang Farisi dan doa satu lagi oleh doa seorang pemungut cukai. Doa orang Farisi penuh dengan kesombongan bagaimana ia telah melakukan hal ini dan itu, dan bahkan menghina orang lain. Sementara doa pemungut cukai menyatakan bahwa dirinya mohon ampun atas dosa-dosa. Dari kedua orang itu, Yesus memuji doa pemungut cukai yang dengan rendah hati memohon ampun atas dosa-dosanya.

Dengan demikian, dalam doa-doa kita seharusnya kita daraskan dengan penuh kerendahan hati, dan tentu saja penuh dengan iman kita, dan tentu tidak lupa untuk mengucapkan rasa syukur kita kepada Tuhan. Jika doa-doa kita daraskan seperti itu, kita berharap Tuhan akan mendengarkan dan mengabulkan doa-doa kita.

Oleh karena itu, teguran Yesus kepada Ibu Zebedeus, seklaigus teguran kepada kita agar di dalam berdoa jangan sampai ‘kita tidak tahu apa yang kita minta’.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘kamu tidak tahu apa yang kamu minta’, Tuhan memberkati.-****

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.