Melawan kemunafikan religius orang Farisi dan ahli Taurat.

[su_dropcap]Y[/su_dropcap]esus hari ini mengajak kita ‘melawan kemunafikan religius orang Farisi dan ahli Taurat’. Injil Matius (Mat 6:1-12) menegaskan bagaimana Yesus mengajak orang banyak dan para murid-Nya untuk melawan mereka ini, dalam arti untuk tidak melaksanakan perintah-perintah mereka. Mereka memang telah menduduki kursi Musa dalam arti mempunyai wewenang dalam mengajar kepada orang banyak dengan segala perintahnya, tapi mereka sendiri tidak melaksanakan. Mereka memberikan pengajaran dengan segala permasalahannya, tapi mereka sama sekali tidak berbuat. Mereka hanya ingin mendapat pujian dunia, seolah mereka ini adalah orang-orang yang paling benar dalam hadirat Allah.

Oleh karena itu, selain mengajarkan tentang ‘Sabda bahagia’, Yesus juga mengajarkan tentang ‘sabda celaka’. Dua hal yang bertentangan. Apakah Yesus juga mendoakan mereka supaya orang-orang Farisi dan ahli Taurat itu agar celaka hidupnya. Tentu saja tidak!!! Yesus memperingatkan sikap hidup mereka, yang hanya pandai mengajarkan tetapi tidak pernah melaksanakannya. Tentu sabda celaka itu berkaitan dengan pengadilan di akhir hidupnya. Yesus dengan sabda celakanya dimaksudkan agar orang banyak tidak mengikuti perbuatan mereka, karena orang-orang demikian tidak dikehendaki Tuhan, mereka ini akan binasa pada akhir hidupnya atau di dalam pengadilan terakhir nanti.

Melawan kemunafikan religius sebagaimana dipertontonkan oleh orang-orang Farisi dan ahli Taurat bukan menjadi kehendak Allah. Kehendak Allah yang sesungguhnya adalah agar orang percaya kepada Yesus Putera-Nya dan melaksanakan perintah-perintah-perintah-Nya. Jika orang percaya kepada Yesus dan melaksanakan perintah-Nya, orang itu akan memperoleh hidup kekal di dalam Kerajaan Surga walau di dunia ia mengalami penderitaan karena Nama Yesus. Tentang hal ini, Yesus mengatakaan’ [su_pullquote]berbahagialah dia yang dianiaya karena Nama-Ku, karena ia akan memperoleh hidup kekal di dalam Kerejaan Surga (Mat 5:10).[/su_pullquote]

Ajakan Yesus melawan kemunafikan itu bukan dalam bentuk perlawanan fisik, tetapi lebih kepada perlawan rohani, karena apa yang diperbuat oleh orang-orang Farisi dan ahli Taurat tidak berkenan di hati Allah. Orang-orang Farisi dan ahli Taurat tidak hanya pada waktu Yesus hidup di tengah manusia, tetapi jangan lupa bahwa cara hidup kita tidak beda jauh dengan sikap orang-orang Farisi dan ahli Taurat yang penuh dengan kemunafikan. Banyak kelompok di lingkup Gereja yang merasa kelompoknya merasa lebih baik dari pada kelompok lain, sehingga terciptalah suatu kesombongan rohani. Kemunafikan juga salah bentuk kesombongan rohani, karena merasa dirinya lebih hebat di hadapan Tuhan dari pada orang lain.

Dalam masa Prapaskah ini di mana Gereja mengajak anggotanya untuk melakukan laku tobat untuk mau bersama Yesus memanggul salib dunia. Yesus rela berkurban demi keselamatan dunia. Seharusnya Yesus menjadi pusat keteladanan hidup kita walau untuk itu kita akan mengalami penderitaan karena Nama Yesus.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘melawan kemunafikan relgius orang Farisi dan ahli Taurat’, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.