Bagaimana bermurah hati seperti Allah itu murah hati?

[su_dropcap]B[/su_dropcap]apa di surga menghendaki agar kita bermurah hati, sebagaimana Bapa Allah kita yang murah hati. Tentu saja ukuran yang kita pakai untuk mengukur kepada orang lain, akan dipakaikan juga kepada kita. Hal ini tergambarkan kalau kita tidak suka dihina, jangan menghina,atau kalau tidak suka dihakimi, jangan menghakimi. Tentu saja kemurahan hati Allah tercermin untuk tidak mengadili atau menghakimi. Allah mengharapkan agar semua manusia memaafkan orang yang menghina dan memberi tanpa hitung-hitungan kerugian, seperti Allah telah memberi segalanya tanpa mengharapkan balas jasa, karena pada dasarnya Allah sangat bermurah hati kepada setiap orang.

Injil Lukas (Luk 6:36-38) hari ini menegaskan bagaimana Allah itu sangat murah hati kepada setiap orang. Oleh karena itu, ukuran yang kita pakai untuk mengukur adalah kasih Allah yang telah dicurahkan kepada kita. Kemurahan hati Allah itu terlihat gamblang ketika Allah mengutus Putera-Nya ke dunia guna menyelamatkan umat manusia. Kehadiran Yesus sebagai Anak Allah untuk menyelamatkan manusia, namun demikian kehadiran-Nya ditolak oleh banyak orang, bahkan mereka menyalibkan-Nya. Namun karena ketaatan-Nya kepada Bapa-Nya, Ia rela menderita, dan bahkan mati di kayu salib hina. Walau demikian, di balik penderitaan dan kematian yang paling hina, pada hari ketiga Ia bangkit di antara orang mati. Kebangkitan Kristus pada hari ketiga membuktikan bahwa Kristus Sang Putera tidak mati, tapi hidup dan tetap hidup sepanjang masa. Kristus yang hidup itulah yang selalu memberikan harapan, memberikan semangat, memberikan segalanya kepada semua orang.

Allah yang baik itu tidak pernah membedakan-bedakan dalam hal memberi. Misalnya Allah memberikan sinar matahari atau hujan kepada semua orang, baik orang jahat atau atau orang baik. Dari kesemuanya ini, Allah menghendaki agar para murid-Nya tampil beda. Sebagai anak-anak Allah kita diharapkan agar kita mau bekerjasama dengan rahmat Allah agar mempunyai nilai hidup yang berbeda dengan orang-orang yang tidak mengenal Allah.

Dalam masa Prapakah ini, melalui Injil Lukas hari ini kita diharapkan mau bermurah hati kepada sesama kita. Melalui masa pertobatan, kita diajak untuk berbagi melalui pantang dan puasa. Dengan berbagi kita tidak akan kekurangan, bahkan akan terus ditambahkan oleh Tuhan sendiri. Kalau kita mengimani Firman Tuhan, Tuhan tidak akan mengecewakan hidup kita.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang’ bagaimana bermurah hati seperti Allah itu murah hati?’, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.