Anak Manusia adalah tanda pertobatan angkatan ini.

[su_dropcap]Y[/su_dropcap]esus menegaskan bahwa Anak Manusia adalah tanda angkatan ini, sementara Yunus adalah orang-orang Niniwe. Orang-orang Niniwe bertobat karena kotbah Yunus, sehingga mereka diselamatkan oleh Allah pada hari penghakiman nantinya. Sementara sebagai Anak Manusia, Yesus adalah tanda pertobatan angkatan ini, bahkan angkatan yang akan datang. Nilai-nilai spiritual yang disampaikan ole Yesus lebih dari pada Yunus, atau bahkan lebih dari kehebatan Salomo yang sangat dikagumi oleh ratu Syeba dari Selatan.

Injil Lukas (Luk 11:29-32) hari ini mengisahkan beberapa tokoh inspiratif tentang tanda-tanda zaman. Yunus adalah tanda bagi orang-orang Niniwe. Waktu itu ornag-orang Niniwe dianggap telah jahat karena melawan Allah. Tapi kehadiran Yunus di tengah-tengah mereka, pada akhirnya mereka bertobat, dan kembali kepada jalan Tuhan. Semenara Solomo dikenal sebagai raja keturunan Daud yang sangat kaya dan penuh dengan kebijaksanaan. Kekayaan dan kebijakan Salomo sangat dikagumi oleh ratu Syeba dari Selatan. Dan angkatan ini diwahyukan oleh tanda dari Anak Manusia. Tanda yang diberikan oleh Yesus sebagai Anak Manusia adalah pewahyuan spiritual. Angkatan zaman ini juga termasuk golongan yang jahat.

Oleh karena itu kehadiran Yesus pada waktu itu, dan kehadiran Gereja saat ini, adalah tanda spiritual bagi bangsa-bangsa ini. Tanda yang ingin disampaikan oleh Yesus adalah tanda pertobatan.

Dalam masa Prapaskah ini, tanda yqang diberikan oleh Gereja adalah tanda pertobatan. Tanda Yunus adalah tanda pertobatan orang Niniwe, maka pada angkatan ini, Tanda Anak Manusia adalah tanda pertobatan bangsa-bangsa saat ini. Namun demikian kehadiran Gereja sebagai representasi Kristus tidak mudah diterima oleh banyak orang, bahkan cenderung ditolaknya. Tidak hanya Gereja saja yang ditolak, tetapi juga para pengikut Kristus akan ditolak di mana-mana. Mereka tidak hanya akan mengucilkan, bahkan mereka akan membunuhnya karena Nama Yesus. Namun demikian Yesus sudah menjanjikan barang siapa ingin menyelamatkan nyawanya, akan kehilangan nyawanya. Tapi barangsiapa yang kehilangan nyawanya karena Yesus, mereka akan memperoleh hidup kekal di dalam Kerajaan Surga.

Oleh karena itu, masa Prapaskah sebagai masa pertobatan dapat membantu umat beriman untuk mengoyakkan hatinya dan bukan bajunya sebagai tanda pertobatan. Dengan demikian, masa prapaskah sebagai tanda pertobatan saat ini kita manfaatkan untuk memasuki hadirat Allah yang Mahakudus. Seharunsya Yesus sebagai tanda zaman ini dapat menjadi pusat seluruh hidup kita, agar kita selalu hadir di hadirat Tuhan.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa saat ini tentang ‘Anak Manusia adalah tanda pertobatan angkatan ini’, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.