Nubuat Yesus tentang sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya.

[su_dropcap]N[/su_dropcap]ubuat Yesus tentang sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya telah membuka mata hati kita betapa setiap orang juga akan mengalami nasib yang sama. Dari ungkapan di atas, Yesus mau menegaskan kembali betapa setiap manusia sangat rentan terhadap segala penderitaan dan akhirnya mengalami kematian.

Injil Lukas (Luk 9:22-25) hari ini menegaskan tentang nubuat Yesus, juga ajaran bagi para pengikut-Nya, serta ajaran bagi siapa saja yang mau mendengarkan-Nya. Yesus berbicara banyak hal tentang nilai-nilai kehidupan. Gelar Yesus sebagai ‘Anak Manusia’ merupakan tokoh surgawi, dan inilah gelar yang lebih pas untuk menyatakan peranan Yesus. Ketika Ia berbicara kepada orang banyak, Ia menyatakan bahwa Diri-Nya akan ditolak oleh para imam kepala dan ahli Taurat, dan bahkan wafat dan bangkit pada hari ketiga. Tentu banyak orang akan berpikir bahwa Yesus berbicara tentang sesuatu yang tidak jelas atau bahkan tidak masuk akal manusia. Dan tentu saja perkataan Yesus mencengangkan banyak orang. Bahkan murid-Nya Petrus tegas menolak perkataan Yesus, namun Yesus justru memarahi Petrus dengan menyebutkan bahwa kamu tidak mengerti apa yang dipikirkan oleh Allah. Yesus menegurnya dengan keras dan menyebut Petrus sebagai ‘iblis’. Tentu saja Petrus pada waktu itu masih belum memahami perkataan Yesus.

Nilai ajaran Yesus bagi kita semua bahwa Guru-Nya saja akan mengalami penderitaan, demikian pula para pengikut-Nya akan mengalami nasib yang sama. Oleh karena itu Yesus menegaskan kepada semua orang yang ada di situ dengan mengatakan:” Orang yang mau mengikuti Aku, harus melupakan kepentingannya sendiri, memikul salibnya setiap hari dan terus mengikuti Aku”. Artinya bahwa siapa pun mau mengikuti Kristus harus siap menderita seperti Guru-Nya, siap menderita baik jasmaniah mau pun rohaniah. Secara jasmani mungkin akan dibunuh karena mengikuti Yesus, sementara penderitaan rohaniah barangkali diperolok-olok yang akhirnya dibunuh karena mengikuti Kristus.

Namun demikian, dari semuanya itu Yesus menjanjikan hidup yang kekal di dalam Kerajaan Allah bagi siapa saja yang tekun dan setia kepada-Nya. Oleh karena itu Yesus juga menegur kepada mereka yang kurang percaya kepada-Nya dengan mengatakan:” Apa sih untungnya bagi seseorang yang mempunyai segalanya di dunia, tetapi merusak dan kehilangan nyawanya (hidupnya). Orang demikian berarti menyia-nyiakan hidupnya. Karena bagi Yesus, orang yang mempertahankan hidupnya, akan kehilangan. Tetapi siapa saja yang mengurbankan hidupnya demi Nama Yesus, ia akan menyelamatkan-Nya.

Oleh karena itu, melalui Injil Lukas hari ini, Yesus mau memberikan pengajaran kepada kita semua bahwa hidup kita ini mempunyai nilai kalau kita berani berkurban demi kemuliaan Nama Yesus dengan segala konsekuensinya. Karena upah mengikuti Yesus adalah damai sejahtera di bumi ini secara bathiniah, dan hidup kekal di dalam Kerajaan Surga. Tentu upah ini akan menjadi hak milik kita, kalau kita juga berbuat sebagaimana Yesus ajarkan seperti halnya di atas.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini tentang’nubuat Yesus tentang sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya’, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.