Kepercayaan diperdalam oleh doa.

[su_dropcap]K[/su_dropcap]epercayaan diperdalam oleh doa dimaksudkan bahwa selain percaya orang juga butuh pertolongan oleh doa. Doa membutuhkan iman dan kepercayaan. Oleh karena itu doa dan iman akan menjadi kesatuan sebagai mutirara dalam hidup orang beriman. Dengan percaya dan dengan doa, maka orang akan makin subur hidupnya secara rohani.

Injil Markus (Mrk 9:14-29) hari inimengajarkan bagaimana Yesus menguji banyak orang tentang doa dan iman. Dalam Injil itu dikisahkan bagaimana para murid murid yang tidak mampu menyembuhkan seorang anak yang kerasukan setan. Yesus menegur para murid-Nya tentang iman kepercayaan mereka. “Harus berapa lama lagi Ia harus bersama mereka. Yesus merasa sedih karena mereka sungguh masih meragukan Diri-Nya.

“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” (Ibr 11:1).Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah… (Ef 2:8). Dengan demikian kita mengetahui bahwa iman berkaitan dengan pengharapan akan keselamatan kekal yang diberikan karena kasih karunia Allah. Rasul Yakobus mengajarkan, bahwa agar iman itu menyelamatkan, maka iman itu harus disertai perbuatan-perbuatan kasih, sebab tanpa perbuatan, iman itu kosong dan mati.

“…iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna…. Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman…. Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati. (Yak 2:22,24,26).

Dengan demikian sangat eratlah kaitan antara iman dan kasih, sebab keduanya adalah karunia Roh Kudus. Iman, pengharapan dan kasih adalah kebajikan ilahi yang menghantar kita kepada keselamatan kekal oleh Kristus, dan yang terbesar di antara ketiganya itu adalah kasih.

Rasul Paulus mengajarkan:“Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis.” (2 Tes 2:15). Jadi langkah awal untuk beriman dengan baik, adalah kenalilah dan pelajarilah kebenaran firman Tuhan, baik melalui Kitab Suci maupun Tradisi Suci, dan keduanya ini disampaikan dengan setia oleh Magisterium Gereja Katolik.

Karena kita mengetahui bahwa iman kita peroleh dari kasih karunia Allah, maka untuk bertumbuh di dalam iman, kita juga harus mengandalkan kasih karunia Allah ini. Kita harus hidup di dalam Kristus dan menerima rahmat-Nya, dan kita umat Katolik menerima rahmat ini melalui sakramen- sakramen, terutama sakramen Ekaristi, di mana kita menyambut Tubuh Kristus sendiri. “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.” (Yoh 6:56-57).

Jika doa-doa yang kita daraskan tidak dikabulkan, maka hal itu berarti ada yang salah dalam doa-doa kita. Mungkin karena kurang beriman, kita kurang doa, atau pun kita kurang kontrol diri. Kekurangpercayaan dan kurangnya doa kita akan menghambat terkabulnya doa kita. Di samping itu, kita juga harus memohon Roh Kudus hadir untuk menguatkan kita. Karena kehadiran Roh Kudus sungguh akan membantu kita.

Dan jangan lupa kita tidak boleh lelah dalam doa-doa kita karena Tuhan sungguh akan membantu kita melalui cara-cara Tuhan. Oleh karena itu, kita harus selalu mohon kepada Tuhan untuk terus menumbuhkan keimanan kita. Oleh karena itu, untuk melawan perbuatan roh-roh jahat, maka Firman Tuhan adalah senjata yang paling ampuh(Ef 6:17)

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘kepercayaan diperdalam oleh iman’, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.