Orang-orang Farisi meminta tanda dari surga

[su_dropcap]O[/su_dropcap]rang-orang Farisi meminta tanda dari surga kepada Yesus, namun Yesus menolaknya. Tanda dari surga (mukjizat) itu sudah banyak sekali diberikan kepada orang banyak, termasuk disaksikan oleh mereka. Mereka melihatnya, namun mereka telah membekukan hatinya, dan menolaknya. Oleh karena itu, Yesus sekali-kali tidak akan memberi tanda itu kepada mereka, selain tanda Yunus.

Injil Markus (Mrk 8:11-13) hari ini mengisahkan bagaimana Yesus begitu kecewanya dengan orang-orang Farisi dan ahli Taurat yang menolak kehadiran-Nya. Mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana Yesus membuat mukjizat yang luar biasa seperti si lumpuh berjalan, si buta melihat, yang kerasukan roh jahat dibebaskan, dan bahkan yang meninggal pun dibangkitkan. Nampak Yesus pun sebagai manusia frustrasi menghadapi mereka, karena itu Yesus meninggalkan mereka.

Yesus menyalahkan orang-orang Farisi, karena kegagalan mereka untuk membedakan dengan tanda-tanda zaman. Mereka pada dasarnya tidak jujur dalam tuntutan mereka dan lebih ingin mendapatkan bukti-bukti yang membuktikan bahwa Yesus bukanlah Mesias. Tanda-tanda di bumi dengan pemberian roti kepada 4000 orang bukanlah tanda dari surga? Mereka ini masih menuntut tanda-tanda yang lain. Barangkali mereka ini menuntut suatu tanda dari surga, suatu suara atau suatu mukjizat pada matahari atau bulan, atau pun yang lainnya, bukan sekedar pemberian sekedar kebutuhan manusia.

Mukjizat yang diperbuat Yesus seharusnya mampu membuka mata dan hati mereka, namun karena kedegilan hati mereka, sehingga apa yang diperbuat Yesus tidak memberikan dampak apa-apa. Jadi wajarlah kalau Yesus meninggalkan mereka dengan rasa sedih.

Kesempatan ini dipakai oleh Yesus untuk memperingatkan para murid-Nya atas pengaruh – pengaruh yang merusak, yang menyebabkan kedegilan hati.

Apa yang disampaikan oleh Yesus kepada para murid-Nya itu juga berdampak kepada kita. Pengaruh orang Farisi dan ahli Taurat ini tidak hanya berdampak pada waktu itu saja, tetapi juga saat ini, di mana masih begitu banyak orang yang menolak Kemesiasan Yesus. Yesus memang ada, tapi bukanlah sebagai Mesias. Pada zaman ini pun mereka juga masih meminta mukjizat-mukjizat yang fenomenal, sehingga mereka mempercayai-Nya bahwa Yesus Kristus sungguh Mesias, utusan Allah.

Sebagai orang beriman, kita mempercayai bahwa mukjizat Yesus masih terjadi saat ini. Ketika kita masih bernafas dengan baik, maka itu juga suatu mukjizat. Tanda-tanda surgawi itu ada begitu banyak dan tak terhitung, namun kita memahaminya secara keliru sehingga kita pun juga sulit menerima Yesus. Mari kita mohon dengan rendah hati agar iman kita terus ditambahkan dan selalu terbuka terhadap Firman Tuhan yang terus menyempurnakan hidup kita.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘orang-orang Farisi meminta tanda dari surga’, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.