Kebencian Herodes menyebabkan kematian Yohanes Pembaptis.

[su_dropcap]K[/su_dropcap]ebencian Herodes menyebabkan kematian Yohanes Pembaptis. Seperti diketahui bahwa Yohanes adalah seorang pembaharu sebelum Yesus berkarya di tengah umat-Nya. Yohanes juga yang memperkenalkan Yesus kepada khalayak umum sebagai Anak Domba Allah. Namun demikian suasana menjadi berubah, ketika Yohanes menegur Herodes karena memperisteri saudaranya sendiri. Nampaknya teguran itu tidak dapat diterima oleh pihak Herodes. Kebencian itulah yang pada akhirnya menyebabkan kematian Yohanes Pembaptis.

Injil Markus (Mrk 6:14-29) hari ini mengisahkan bagaimana raja Herodes yang penuh kuasa itu akhirnya membunuh Yohanes yang masih berada di dalam penjara. Tentu saja kematian Yohanes menggambarkan bagaimana Yesus akan mengalami kematian. Baik kematian Yohanes mau pun Yesus karena akibat dendam dan serta kebencian.

Dalam Injil Markus hari ini, digambarkan bahwa Herodes adalah orang yang lemah moralnya. Ia terombang-ambing oleh suatu kondisi pada waktu itu. Karena tidak ada keteguhan hatinya, tentu saja hal ini menyebabkan imannya goyah.

Seperti kita ketahui bahwa kita mengenal yang namanya 7 dosa pokok manusia. Sebenarnya dalam 7 dosa pokok manusia juga tergambar dalam 10 perintah Allah, suatu perintah dari Allah yang diberikan Allah kepada Musa bagi bangsa Israel agar mereka tetap taat kepada Yahwe jika mereka mau selamat.

Ketujuh dosa pokok manusia itu merupakan sumber kejahatan manusia. “Iri, benci, marah, sombong, malas, tamak, dan napsu seksual” adalah ketujuh kata yang dapat menyebabkan manusia jatuh dalam dosa. Oleh karena itu, Yesus sering mengatakan ‘celakalah’ berulangkali dalam pengajaran-Nya kepada orang banyak. Banyak sekali kata celaka itu ditemukan di dalam Injil baik dalam Perjanjian Lama mau pun Perjanjian Baru dengan maksud agar manusia hidup baik sesuai aturan yang diberikan oleh Tuhan yakni agar hidup kita saling mengasihi.

Jika seseorang telah hidup dalam perbudakan dosa, terkadang memang sulit untuk bebas. Tetapi kalau kita mau rendah hati dan terbuka terhadap rahmat Tuhan, maka Tuhan pun juga akan berpaling kepada orang itu. Tuhan tidak pernah menaruh dendam atau benci kepada tak seorang pun, karena Tuhan itu adalah kasih. Dapat dibayangkan kalau Tuhan itu bukan mahakasih. Oleh karena itu, jika Tuhan mengajarkan kasih kepada kita, Ia bermaksud agar kita semua berbuat yang sama. Karena Ia mau membuat perdamaian di antara Tuhan dengan manusia dan antara manusia dengan sesamanya.

Kehadiran Yesus adalah untuk mewartakan Kerajaan Allah yang penuh dengan kebenaran dan damai sukacita. Dengan cara ini, Tuhan mau meraja di setiap hati manusia, agar setiap orang yang percaya kepada-Nya memperoleh kebenaran dan damai sukacita. Kehadiran Yesus di tengah umat-Nya adalah dalam rangka mendamaikan dunia, dan kasih karunia hidup di tengah dunia, sehingga dunia mengalami damai sejahtera, karena mereka hidup di dalam kebenaran. Ia ingin menghapus dendam dan kebencian, tetapi banyak orang menolak-Nya.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang’kebencian Herodes menyebabkan kematian Yohanes Pembatis’, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.