Yesus menjadi tanda perbantahan bagi banyak orang.

[su_dropcap]Y[/su_dropcap]esus menjadi tanda perbantahan bagi banyak orang itu nyata. Hal ini tidak hanya terjadi saat Yesus berada di tengah dunia, tetapi hingga saat ini tanda perbantahan itu terus terjadi, dan mungkin tanda perbantahan terjadi hingga akhir zaman.

Injil Lukas (Luk 2:21-40) menggambarkan bagaimana Yesus Sang Bayi secara adat dan tradisi harus dibawa ke Bait Allah dan dipersembahkan kepada Allah sebagai anak sulung. Semua anak sulung dipandang kudus atau dikhususkan bagi Allah. Maria bersama Yusup suaminya nampaknya mempersembahkan Anak-nya itu secara khusus, tepat seperti yang dilakukan Hana sebelumnya mengenai Samuel, yakni mempersembahkannya kepada Allah di kemah Suci (1 Sam 1:11, 21-28).

Adalah Simeon dan Hana, dua orang saleh yang selalu berdoa kepada Allah di dalam Bait Allah. Simeon seperti disebutkan bahwa ia adalah orang yang baik dan saleh yang menanti-nantikan penebusan umat-Nya oleh Allah, dan telah mendapat janji-Nya bahwa ia tidak akan mati sebelum kedatangan Mesias. Ketika ia datang ke Bait Allah oleh dorongan Roh Kudus dan menyambut bayi di dalam tangannya. Ia juga mengucap syukur kepada Allah dan kesediaannya untuk mati sekarang karena janji itu sudah digenapi. Ia telah melihat kedatangan seorang Juruselamat untuk seluruh umat manusia, dan bukan semata-mata untuk orang Yahudi. Kemudian Simeon juga mengucapkan berkat Allah atas Maria dan Jusuf dan menubuatkan lebih lanjut. Kedatangn Anak itu akan mendatangkan hukuman mau pun keselamatan, sebab manusia akan dinyatakan sebagaimana mereka sebenarnya dalam hati mereka, dan Maria sendiri akan menderita dukacita pada waktu perlakuan yang diberikan kepada Anaknya itu. Nubuatan Simeon itu diperkuat oleh kedatangan Hana yang mengucap syukur kepada Allah atas kedatangan Mesias dan menubuatkan penebusan yang akan Allah datangkan kepada umat-Nya melalui Dia.

Berbicara tentang Yesus yang menjadi tanda perbantahan sangat aktual hingga saat ini, dan bahkan sampai masa yang akan datang. Dan ini nyata. Nama Yesus barangkali paling banyak diomongkan oleh banyak orang selama ribuan tahun. Oleh karena itu tidak mengherankan Nama Yesus selalu menjadi perdebatan bagi banyak orang.

Sebagai pengikut Kristus, tentu kita tidak hanya memperdebatkan Nama Yesus, tapi sungguh mengimani bahwa Yesus sebagaimana dinubuatkan oleh Simeon dan Hana, atau para nabi sebelumnya dalam Perjanjian Lama adalah sungguh Allah dan sungguh manusia.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini tentang ‘ Yesus menjadi tanda perbantahan bagi banyak orang’, Tuhan memberkati.-**

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.