Penolakan terhadap Yesus di kampung-Nya Nasareth

[su_dropcap]Y[/su_dropcap]esus berbuat kebaikan dengan mukjizat-mukjizat-Nya, namun ada penolakan terhadap Diri-Nya di kampung-Nya sendiri di Nasareth. Mengapa Ia ditolak? Banyak orang menilai orang lain karena yang nampak di luar. Yesus adalah anak Maria dan Yusup tukang kayu Nasareth. Kedua orang tua ini hidupnya sangat sederhana. Banyak orang khususnya di kota Nasareth melihat bahwa Yesus itu bukan siapa-siapa, karena Ia terlahir dari sepasang suami isteri Yusup dan Maria. Mereka hanya melihat luarnya saja. Hati mereka tertutup dengan kehadiran Yesus ini. Mereka masih hidup di dalam kegelapan karena mereka tidak bisa melihat sosok Yesus dengan jelas. Namun mereka tetap mengagumi atas ajaran dan perbuatan Yesus walau mereka tetap tidak percaya kepada Yesus.

Injil Markus (Mrk 6:1-6) hari ini mengisahkan bagaimana Yesus ditolak oleh warga Nasareth, karena melihat latarbelakang asal-usul (keturunan), sehingga mereka memutuskan untuk menolak-Nya.

Sebenarnya apa yang dilakukan oleh warga Nasareth juga terjadi pada saat ini, di mana banyak orang menolak Yesus. Ya itu semua terserah kepada masing-masing orang, semuanya bebas menentukan pilihan-Nya. Namun kalau kita berani menelusuri dan membaca Kitab Suci dengan tulus dan baik, pasti akan menemukan jawab-Nya. Yesus sendiri sudah dinubuatkan oleh para nabi di dalam Perjanjian Lama, dan nubuatan itu nyata dalam diri Yesus Kristus.

Nubuatan para nabi itu adalah akan datang Mesias, Sang Juru Selamat manusia. Dan ini nyata dalam Diri Yesus Kristus sebagai Juru Selamat manusia. Kehadiran Yesus di dunia merupakan kehadiran Allah di dunia. Istilahnya Allah telah melawat umat-Nya.

Karena Yesus ditolak di kampung-Nya, maka Ia tidak membuat mukjizat besar di daerah-Nya, walau Yesus tetap membuat mukjizat untuk sejumlah orang. Untuk itu Yesus sangat heran dengan ketidakpercayaan mereka terhadap Diri-Nya, namun Yesus membiarkan semuanya. Ia tidak marah dan hanya Ia berujar:” Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri”.

Pesan yang dapat kita tangkap dari pesan Injil Markus hari ini antara lain bahwa sampai saat ini, orang selalu heran dan bahkan takut akan kehadiran Yesus. Di lain pihak kehadiran Yesus selalu membawa mukjizat kesembuhan dan pembebasan, namun tidak jarang dari mereka yang menolak-Nya.

Penolakan Yesus tidak hanya terjadi di Nasareth saja, tapi juga terjadi di antara bangsa-bangsa di dunia. Tentang hal ini juga sudah ddinubuatkan oleh orang saleh yang hidupnya selalu berdoa di Bait Allah yakni Simeon bahwa Yesus akan menjadi tanda perbantahan di antara bangsa-bangsa. Hal ini sungguh nyata bagaimana Yesus selalu menjadi tanda perbantahan di antara bangsa-bangsa.

Sebagai pengikut Kristus yang mengimani bahwa Yesus itu sungguh Tuhan dan sungguh manusia, maka Yesus itu sungguh Juru Selamat. Dan kalau kita mengimani bahwa Yesus adalah Penyelamat kita,maka kita percaya bawha Yesus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan seperti disampaikan oleh Santo Paulus kepada jemaat di Kolose (Kol 1:15). Jika iman kita teguh mengenai hal ini, maka voucher keselamatan sudah di tangan. Agar voucher itu tidak hilang, maka seharusnya kita selalu mengingat pesan Bunda Maria di Medjugorge dengan terus berdoa, membaca Kitab Suci, bermatiraga, mengadakn rekonsiliasi dalam bentuk pengakuan dosa serta mengikuti perayaan Ekaristi secara terartur. Jika kita berbuat demikian ini, maka kita boleh bersyukur karena Tuhan Yesus selalu menyertai perjalanan hidup kita di dunia ini.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang’ Yesus ditolak di kampung-Nya Nasareth’, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.