Penyangkalan terhadap Yesus.

[su_dropcap style=”light” size=”5″]S[/su_dropcap]esungguhnya Aku berkata kepadamu:” Sebelum ayam berkokok, engkau akan menyangkaal Aku tiga kali”. Berbicara tentang peenyangkalan akan Yesus, tidak hanya dilakukan oleh para murid-Nya yang paling dekat, tetapi juga oleh banyak orang hingga saat ini. Sejak kehadiran Yesus di dunia, memang sudah diramalkan oleh Simeon, seorang yang saleh hidupnya, bahwa Yesus akan menjadi tanda perbantahan bagi banyak orang. Tanda perbantahan itu tidak hanya terjadi waktu itu, tetapi sekarang dan yang akan datang.

Petrus sebagai murid yang paling dipercaya pun pernah menyangkal Yesus bahwa ia adalah murid-Nya. Yudas Iskariot bendaharawan para murid Yesus yang suka mencuri uang khas yang dipegangnya juga menyangkal akan Yesus dan bahkan menjual-Nya senilai 30 dinar kepada orang-orang Yahudi yang memusuhi-Nya. Penyangkalan terhadap Yesus juga terus terjadi sekarang dan yang akan datang. Tetapi berbahagialah mereka yang bertahan dalam imannya akan Yesus, karena mereka akan selamat. Karena Yesus sendiri berkata:”[su_heading] Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya” [/su_heading](Mat. 10:39).. Untuk itu, apa sih gunanya kita memperoleh segala harta dunia, tetapi kehilangan nyawa kita. Artinya kita memang membutuhkan makan dan minum di dunia, tetapi ini bukan menjadi tujuan hidup kita. Tujuan hidup kita adalah hidup bersama dalam keluarga Allah di dalam Kerajaan Allah. Allah telah mengutus Putera-Nya untuk memberikan keteladanan hidup ini bagaimana untuk memasuki Kerajaan Allah. Namun apa yang disampaikan oleh Yesus dalam bentuk ajaran tidak diterima alias ditolak oleh banyak orang.

Penyangkalan terhadap Yesus berarti tidak menerima Yesus sebagai Mesias, Anak Allah. Sebagai Anak Allah, maka segala perilaku tentu bersifat Ilahi. Namun lagi-lagi, tidak semua orang tertarik dengan ajaran Yesus. Menurut sebagian orang, ajaran Yesus tidak membumi, artinya tidak sesuai dengan ajakan dunia. Oleh karena itu, [su_heading]barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintainya di dunia ini, ia akan memliharanya untuk hidup yang kekal.[/su_heading](Yoh 12:15).

Penyangkalan terhadap Yesus memang pernah dilakukan oleh Petrus, namun Petrus sempat menyesal. Dan Petrus tetap menjadi andalan di antara para murid-Nya, karena pada pundak Petrus, Kristus telah mempercayakan kepadanya untuk meneruskan karya Yesus Kristus di dunia yang sekarang dikenal sebagai Gereja Katolik.

Penyangkalan kita terhadap Kristus juga sering kita lakukan sewaktu kita berbuat dosa. Mengapa? Yesus adalah Tuhan yang kudus, sekaligus Juru Selamat kita, sering kita sangkal atau sering kita tolak. Oleh karena itu, dalam Pekan Suci ini mari kita merefleksikan tentang kisah sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus. Sengsara, wafat Kristus itu terutama akibat perbuatan dosa kita, kita tidak berani melakukan penyangkalaan diri terhadap dosa.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘penyangkalan terhadap Yesus’, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.