Kedegilan hati manusia.

[su_dropcap style=”light” size=”5″]K[/su_dropcap]Kedegilan hati manusia terus berkembang hingga saat ini. Ketika Allah mengutus para nabi agar manusia bertobat, namun manusia tetap tidak mau mendengarkan bahkan cenderung menolak-Nya. Ketika Israel keluar dari tanah perbudakan di Mesir, Allah mengutus hamba-Nya bernama Musa, lagi-lagi mereka tidak mau mendengarkan perintah Allah dan cenderung menolak-Nya. Kemudian ketika Allah Bapa mengutus Putera-Nya hadir di tengah dunia, manusia tetap tidak mau mendengarkan dan cenderung menolak=Nya.

Nampaknya kedegilan hati manusia terutama karena kesombongannya cenderung mau seenaknya sendiri dan tidak mau mendengarkan Firman Tuhan, dan bahkan menolak-Nya. Untuk mengubah hati manusia agar bertobat, maka diutus-Nya Putuera-Nya sendiri, siapa tahu mereka mau mendengarkan seruan atau ajakan Putera-Nya agar manusia kembali kepada Allah.

Injil Lukas (Luk 11:14-23) melukiskan betapa gambaran kedegilan hati manusia itu tetap ada dan terus ada. Digambarkan oleh Injil Lukas hari ini ketika Yesus mengusir roh jahat dari tubuh seseorang disebutnya Yesus telah menggunakan kuasa penghulu setan yang disebutnya Beelzebul. Untuk itu Yesus berkata:[su_heading size=”20″ align=”left” margin=”30″]” Jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya?”. ‘Namun jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu’.[/su_heading]

Tentang kedegilan hati, banyak contoh sehari-hari dalam kehidupan ini. Orang-orang yang degil hati ini dapat kita lihat dalam perkataan dan perbuatannya. Misalnya sudah disindir, diberitahu berkali-kali, dan bahkan dengan teguran keras, tetapi tetap saja mereka tidak mau berubah, dan cenderung menolaknya. Tidak semua orang bisa menerima mukjizat Yesus sebagai tanda bahwa Ia datang dari Allah dan memiliki kuasa Ilahi. Mereka mencari alasan untuk menolak Dia dengan mengatakan bahwa mukjizat itu terjadi karena kuasa Beelzebul, penghulu setan. Meskipun dalam realitasnya mempunyai mata, tapi mereka tidak melihat, dan punya telinga, tetapi tidak mendengar. Sikap inilah yang antara lain disebut sebagai kedegilan hati manusia.

Ketika seorang berbuat baik, tidak semua orang menerima tindakan itu sebagai sikap terbuka dan mau menerimanya. Tidak jarang sikap baik dibalas dengan penolakan, karena kedegilan hati mereka. Tidak hanya orang Farisi dan ahli Taurat yang menolak perbuatan baik Yesus, tetapi juga sikap banyak orang pada jaman ini. Kedegilan hati manusia dewasa ini cenderung makin jahat, siap menolak dengan cara apa pun karena dianggap berseberangan dengan iman dan logika mereka.

Dalam masa Prapaskah ini, mari kita membuka hati dengan kerendahan hati kita untuk mengalami pertobatan karena Tuhan itu sungguh maharahim yang selalu membuka hati-Nya bagi kita yang mau bertobat. Tuhan pasti akan merendahkan orang yang degil hatinya, dan akan meninggikan orang yang rendah hati.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini tentang ‘kedegilan hati manusia’, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.