Pertobatan sebagai sumber keselamatan.

[su_dropcap style=”light” size=”5″]I[/su_dropcap]njil Lukas (Luk 13:1-9) hari Minggu ini Yesus mengajarkan suatu pertobatan. Pertobatan adalah sikap dasr bagi semua untuk menerima keselamatan. Pertobatan itu sebuah kewajiban, bukan sekedar yang biasa-biasa saja. Kita ini adalah para pendosa yang memang berbeda antara seorang dengan yang lain. Namun sekecil apa pun suatu dosa, tetapi menjadi penghalang untuk memasuki Kerajaan Surga.

Banyak orang saat ini tidak pernah merasa berdosa. Mereka sangat keliru dalam memahami dosa, seolah setelah dibaptis dan menerima Yesus sebagai Juru Selamat. Benar sekali, bahwa setelah dibaptis dan menerima Yesus sebagai Juru Selamat otomatis tidak berdosa lagi. Banyak orang menyepelekan tujuh dosa pokok manusia yang terdiri dari iri hati, dengki, marah, sombong, malas, tamak dan napsu (seksual). Ketujuh pokok dosa manusia ini sangat melekat dalam setiap kehidupan manusia. Kita tidak dapat membayangkan orang yang tidak pernah marah sekali pun dalam hidupnya, orang yang tidak pernah malas sekali pun dalam hidupnya. Banyak orang beranggapan seolah dosa itu hanya berkaitan dengan hal-hal yang sangat besar seperti membunuh, berzinah, dll.

Pada masa Prapakah ini, tema sentral dalam hidup rohani kita adalah pertobatan. Bahkan pimpinan Gereja tertinggi yakni Paus Fransiskus mengajak umat beriman untuk mengalami kerahiman Ilahi. Dalam rangka merayakan Yubileum Kerahiman Ilahi, Bapa Suci mengharapkan agar imam dengan tekun dan setia melayani pengakuan dosa, seperti seorang bapa yang menerima anaknya yang hilang dan kembali lagi. Ia juga mengharapkan agar semua orang yang telah jatuh dalam dosa, tidak terkecuali untuk bertobat dan menjadikan hidupnya sebagai manusia baru dalam kasih Allah.

Allah yang penuh kerahiman tidak pernah menolak anak-anak-Nya yang berdosa kembali kepada-Nya. Allah selalu membuka tangan-Nya untuk menerima kambali mereka yang berdosa sebesar apa pun, asalkan yang bersangkutan mau mengalami pertobatan. Pertobatan begitu penting dalam hidup ini agar kita selalu menjadi anak-anak yang Allah yang hidupnya damai sejahtera, karena kita hidup dalam kebenaran.

Pertobatan adalah suatu upaya untuk memperbaiki hubungan mesara dengan Allah. Oleh karena itu pertobatan harus dibuat selama kita masih bernafas, dan tidak hanya dilakukan pada masa-masa tertentu saja. Dengan cara demikian, kita mendengarkan ajakan Yesus Tuhan untuk selalu berjaga-jaga. Pertobatan adalah masa berjaga-jaga agar kita siap ketika Tuhan datang kepada kita. Dengan cara itu, maka kita menjadi bagian dari anak-anak Allah yang setia.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari Minggu ini tentang ‘pertobatan sebagai sumber keselamatan’, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.