Nubuat kesengsaraan Yesus.

[su_dropcap style=”light” size=”5″]K[/su_dropcap]Kesengsaraan Yesus tidak hanya dinubuatkan oleh Yesus sendiri tetapi juga para nabi. Dalam nubuat-Nya hari ini sesuai Injil Matius 20:17-28 diawali dengan kata-kata kepada para murid-Nya:” Sekarang kita pergi ke Yerusalem, dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi hukuman mati. Mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya diolok-olok, disesah dan disalibkan, tetapi pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan”. Nubuat kesengsaraan Yesus merupakan suatu penderitaan yang paling mengerikan dalam sejarah umat manusia.

Namun demikian dibalik penderitaan dan kesengsaraan itu, ada suatu kegembiraan besar yakni keselamatan umat manusia yang percaya akan kebangkitan Kristus. Peristiwa yang sangat menggembirakan adalah bahwa setelah kesengaraan, dan wafat-Nya, Yesus bangkit di antara orang mati. Kebangkitan-Nya itu menggambarkan bahwa kuasa Ilahi ada diri Yesus.

Tujuan utama (viisi dan misi Yesus) adalah untuk mendamaikan umat manusia dengan Allah. Setelah manusia jatuh dalam dosa, manusia kehilangan haknya untuk memasuki Kerajaan Surga. Untuk memasuki ke dunia, dipilih-Nya lah bangsa Yahudi sebagai media. Setelah hidup beberapa saat dengan memberikan pengajaran banyak orang, Ia mulai tampil di depan umum. Ia mulai mengajar dan bahkan telah memilih rasul-rasul yang nantinya akan meneruskan ajaran-Nya setelah tidak ada di dunia.

Ketika tampil di depan umum dengan memberikan pengajaran-Nya, Yesus mulai dibenci oleh orang-orang Farisi dan ahli Taurat, karena pengajaran-Nya banyak menyimpang dari hukum Taurat. Mereka beranggapan bahwa ajaran Yesus dianggap membahayakan, apalagi setelah Yesus dengan terang-terang menyembuhkan sakit-penyakit, mengusir roh-roh jahat, dan mengampuni dosa orang. Bagi ahli Taurat dan orang Farisi, perbuatan Yesus mengampuni orang adalah perbuatan jahat bertentangan dengan hukum Taurat, karena hanya Allah yang punya kuasa untuk mengampuni orang, sementara Yesus hanyalah orang biasa, Anak Maria dan Yusup dari Nazareth. Oleh karena itu, Yesus dianggap menghujat Allah. Dan seorang yang menghujat Allah harus dihadapkan ke makamah agama dan dibunuh.

Namun demikian, Yesus tidak gentar menghadapi ini semua, karena Ia harus tetap taat kepada Bapa-Nya yang telah mengutus-Nya, walau Ia harus menghadapi kesengsaraan yang mengerikan dan bahkan mati di kayu salib. Namun pada ketiga Ia bangkit serta akan kembali kepada Bapa-Nya di dalam Kerajaan Surga. Ia akan kembali untuk kedua kalinya pada saat akhir zaman untuk mengadili orang hidup dan mati, dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini tentang ‘nubuat kesengsaraan Yesus’, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.