Mereka mengajarkan, tapi tidak melakukan.

[su_dropcap style=”light” size=”5″]K[/su_dropcap]etika berbicara dengan para murid dan orang banyak, Yesus mengatakan:” Ahli Taurat dan orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tapi janganlah kamu turuti perbuatan mereka, karena mengajarkan tetapi tidak melakukannya. Mereka mengikat beban berat, tetapi mereka tidak mau menyentuhnya....!”. Intinya hidup mereka penuh dengan kemunafikan.

Melalui Injil Matius (Mat 23:1-2) hari ini Yesus mengingatkan kepada kita tentang satunya kata dan perbuatan, dan bukan perbuatan omong kosong. Orang yang banyak omong, biasanya tidak berbuat apa-apa, dan bahkan orang seperti ini sering gila hormat.

Dalam masa Prapaskah ini, mari kita mendengarkan ajakan nabi Yesaya bahwa kita harus berhenti berbuat jahat dan terus meningkatkan perbuatan baik kita. Inilah inti dari pertobatan. Kebiasaan jahat harus kita tinggalkan dan mulailah membangun sikap untuk berbuat baik. Tuhan (walau tidak kelihatan) tidak bisa ditipu dengan perbuatan semua (munafik). Perbuatan semu berarti perbuatan pura-pura, tidak original keluar dari hati nuraninya. Kemunafikan adalah akar dai ibadat yang semu, yang penuh dengan kepura-puraan.

Nabi Yesaya yang hari ini juga berbicara kepada kita agar kita berhenti berbuat jahat dan belajar berbuat baik. Berbuat baik membutuhkan suatu sikap untuk terus belajar yang tiada henti. Berbuat jahat itu tidak perlu belajar. Berbuat baik seharusnya sudah menjadi habitus (habit) seseorang.

Kita sepaham dengan ajakan Yesus untuk melaksanakan ajaran orang Farisi dan ahli Taurat, tapi kita menolak perbuatan mereka. Mereka mengajarkan, tetapi tidak melakukannya. Dalam perseteruan Yesus dan para lawannya khususnya orang Farisi dan ahli Taurat, Yesus selalu meminta kepada kita untuk berbuat baik di antaranya dengan pertobatan, karena pertobatan adalah pangkal keselamatan. Yesus telah mengajarkan banyak tentang kehidupan ini, karena Ia sendiri telah mengatakan:[su_heading size=”20″ align=”left” margin=”30″]” Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Orang tidak akan sampai kepada Bapa, tanpa melalui Aku” (Yph. 14:6).[/su_heading] Oleh karena itulah, ajakan nabi Yesaya mau pun Yesus. agar selalu mendengarkan ajaran yang baik, karena dengan cara itu, kita terus belajar berbuat baik.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini tentang ‘ mereka mengajarkan, tetapi tidak melakukan’, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.