Mengikuti Yesus.

[su_dropcap style=”light” size=”5″]H[/su_dropcap]ari Minggu ini Yesus memanggil para murid pertama menjadi penjala manusia. Panggilan menjadi penjala manusia oleh Yesus kepada beberapa murid di antaranya Simon Petrus, Yakobus dan Yohanes. Panggilan Yesus melalui tindakan nyata dalam perintah-Nya dengan mengatakan:[su_heading size=”20″ align=”left” margin=”30″]” Bertolaklah ke tempat yang dalam dan terbarkanlah jalamu untuk menangkap ikan”[/su_heading]. Namun Simon masih ragu dengan menjawab:” Guru, telah sepanjang kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa. Tetapi karena perintah-Mu, aku akan menebarkan jala juga”. Luar biasa! Simon memperoleh ikan yang semikian besar sehingga akan mengoyakkan jalanya. Simon pun tersungkur di depan Yesus dengan mengatakan:” Tuhan, tinggalkan aku, karena aku ini orang berdoa”. Simon pun mengajak teman-temannya untuk membantu menarik jala yang penuh dengan ikan. Lalu Yesus pun berkata:” Jangan takut! Mulai sekarang engkau akan menjadi penjala manusia” Setelah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Yesus.

Dalam Injil Lukas (Luk 5:1-11) ada sejumlah inspirasi yang dapat ditangkap antara lain hal ‘mengikuti Yesus’. Mengikuti Yesus adalah sebuah pilihan hidup. Simon Petrus dan teman-teman memang dipanggil secara istimewa untuk mengikuti Yesus.

Bagaimana dengan kita-kita yang mengikuti Yesus pada jaman ini? Apakah panggilan kia untuk mengikuti Yesus masih relevan dengan panggilan para murid-Nya untuk menjadi penjala manusia.?

Mengikuti Yesus berarti kita siap menjadi penjala manusia melalui keteladanan hidup yang baik. Dengan dengan menjadi penjala manusia, berarti kita mewartakan Injil Kerajaan Allah. Mewartakan Kerajaan Allah berarti kita mewartakan kebenaran, damai sejahtera dan sukacita dalam terang Roh Kudus. Oleh karena itu, mengikuti Yesus berarti harus ikut serta mewartakan khabar sukacita untuk mewartakan Kerajaan Allah.

Mengikuti Yesus bukan berarti terus semuanya beres. Yesus sendiri sudah menegaskan barangsiapa mengikuti Diri-Nya harus memanggul salib dan menyangkal diri. Jika ini kita jalani penuh iman, maka semua peristiwa kita jalani dengan penuh sukacita.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa Minggu ini tentang ‘mengikuti Yesus’, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.