Yesus tergerak oleh belas kasihan.

[su_dropcap style=”light” size=”5″]Y[/su_dropcap]esus telah mengutus keduabelas murid berdua-dua untuk mewartakan Injil Kerajaan Allah dengan bekal kuasa penyembuhan orang sakit dan pengusiran roh jahat (Mrk 6:7, 12-13). Dari hal pengutusan, mereka telah berhasil dalam tugas perutusan itu. Pada akhirnya Yesus mengajak mereka menyendiri untuk beristahat, serta mengajak mereka mensyukuri pengalaman ini. Namun mereka tidak melakukan hal itu, karena banyak orang terus mencari Yesus dan para murid-Nya untuk mendengar ajaran Yesus, dan tentu mereka berharap menerima mukjizat kesembuhan.

Minat mereka untuk beristirahat menjadi batal, karena Yesus sebagai Gurunya mengajak mereka untuk mengajar mereka sekaligus mendidik para murid-Nya. Bagi para murid, istirahat memang perlu, tetapi seringkali harus ditunda, ada suatu tugas yang jauh lebih utama yakni melayani banyak orang karena sangat membutuhkan keselamatan. Semuanya itu dilakukan oleh Yesus dan para murid karena belas kasihan melihat orang banyak, yang dilihat seperti domba yang tidak mempunyai gembala.

Tergerak hati-Nya oleh belas kasihan merupakan ungkapan simpati Yesus yang turut meringankan beban penderitaan . Gambaran tentang ‘domba yang tidak mempunyai gembala’ mengacu pada situasi menyedihkan karena ditelantarkan oleh para pemimpinnya. Untuk itu, Yesus hadir sebagai gembala yang akan memimpin dan menuntun kawanan domba-Nya. Oleh karena itu, Yesus memilih terus mengajar orang banyak, meski pun sebenarnya saat itu Ia dan para murid-Nya ingin menyepi dan beristirahat karena lelah.

Inspirasi dari ajaran Yesus hari ini melalui Injil Markus (Mrk 6:30-34) antara lain bahwa karena belas kasihan Yesus melaksanakan tugas dari Bapa-Nya untuk mempertobatkan banyak orang dengan mewartakan kabar keselamatan bagi banyak orang.

Belas kasihan menjadi sumber Yesus dan para murid-Nya untuk mewartakan Kerajaan Allah, karena mereka ini ibarat kawanan domba yang tidak mempunyai gembala. Memang harus diakui dan sudah dinubuatkan bahwa Yesus yang hadir dengan penuh belas kasihan tidak mulus dalam melaksanan tugas perutusan-Nya. Baik orang Farisi dan ahli Taurat tidak senang dengan kehadiran Yesus sebagai Guru Agama yang baru. Mereka terus berupaya bagaimana menyingkirkan Yesus, namun mereka masih takut karena makin hari makin banyak orang yang mengikuti-Nya.

Belas kasihan Yesus adalah dasar utama ajaran Yesus dalam mewartakan Kerajaan Allah, dengan demikian tidak ada waktu untuk berlelah-lelah, dan Yesus terus mewartakan Injil Kerajaan Allah bagi banyak orang.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini dengan tema ‘ Yesus tergerak oleh belas kasihan’, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.