Mataku telah melihat keselamatan.

[su_dropcap style=”light” size=”5″]H[/su_dropcap]ari ini Gereja memperingati pesta Yesus dipersembahkan dalam Bait Allah. Injil Lukas (luk 2:22-32) hari ini pula mengisahkan bagaimana kedua orang tua Yesus sebagai warga Yahudi yang taat kepada hukum harus pergi ke Bait Allah untuk mempersembahkan setiap anak laki-laki sulung. Dengan demikian, Yesus pun harus dipersembahkan di dalam Bait Allah.

Adalah Simeon seorang yang saleh hidupnya. Setiap hari hidupnya berdoa di dalam Bait Allah dan karena sangat menantikan keselamatan yang datang dari Allah. Ketika Yesus dibawa oleh kedua orang tuanya, disambutlah Dia, ditatah-Nya dan dengan kuasa Roh Kudus, ia bahkan menubuatkan:[su_heading size=”20″ align=”left” margin=”30″]” Sekarang Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan Firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi pernyataan bagi bangsa-bgnsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel”. [/su_heading]

Inspirasi dari Injil Lukas hari ini antara lain adalah ‘mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu”. Tentu saja keselamatan yang datang dari Allah. Kehadiran Yesus di Bait Allah merupakan pewahyuan Yesus yang adalah Anak Allah yang Mahatinggi. Dialah yang datang membawa keselamatan, tidak hanya untuk umat Israel, tapi bagi seluruh dunia. Nubuatan Simeon tentang Yesus sungguh mencengangkan bagi banyak orang, dan nubuatan Siemon yang hingga detik ini adalah menjadi tanda perbantahan bagi banyak orang. Bahkan nubuatan itu juga ditujukan kepada Bunda Maria, dan bagaimana Bunda akan tertembus sebuah pedang yang sangat menusuk hatinya.

Bagaimana Injil Lukas memberikan inspirasi bagi kehidupan kita. Simeon yang mengatakan:” Mataku telah melihat keselamatan yang  dari pada-Mu”. Kata-kata itu keluar dari mulut dari seorang yang saleh yang dipenuhi dengan Roh Kudus. Sebagai orang saleh dan benar, Simeon selalu dipenuhi dengan Roh Kudus, Roh Allah sendiri yang mewahyukan bahwa Yesus yang hadir di tengah umat manusia 2000 tahun yang lalu adalah sungguh Allah dan sungguh manusia. Pewahyuan Yesus sebagai Juru Selamat sudah dibuatkan oleh para nabi dalam Perjanjian Lama. Nubuatan Simeon tentu saja membuka mata bagi banyak orang bahwa Yesus itu adalah Juru Selamat. Jadi wajarlah kalau Simeon mengatakan bahwa mataku telah melihat keselamatan yang datang dari Allah.

Bagaimana pandangan kita tentang nubuatan Simeon? Kita sepaham apa yang disampaikan oleh Simeon adalah sebuah kebenaran yang nyata, yang antara lain bahwa Yesus akan menjadi tanda perbantahan bagi banyak orang. Ini riil (nyata) bahwa Yesus menjadi tanda perbantahan dulu, sekarang dan yang akan datang.

Tentu saja sebagai pengikut Kristus sepaham dengan Simeon bahwa keselamatan telah datang dari Yesus sebagai Juru Selamat umat manusia.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini tentang ‘mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu’, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.