Apakah upah mengikuti Yesus.

Apakah upah mengikuti Yesus? Injil Markus (Mark 10:28-31) hari ini menjelaskan tentang ‘upah mengikuti Yesus’. Suatu saat Petrus bertanya kepada Yesus:”Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau!”. Apakah upahnya?Jawab Yesus:” Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, barangsiapa meninggalkan rumahnya, saudara-saudari, ibu atau bapa, anak-anak atau ladangnya, pada hari ini juga ia akan menerima kembali seratus kali lipat:rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak-anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan; dan di masa datang, ia menerima hidup yang kekal.” Inilah Injil Markus secara singkat hari ini.

Inspirasi batin dari Injil Markus hari ini antara lain tentang ‘upah mengikuti Yesus’. Setiap orang pasti berharap atas jasa yang kita berikan orang lain. Upah atau imbalan itu dapat berupa uang atas imbalan lainnya seperti pujian, penghargaan, posisi atau barangkali hanya ucapan terimakasih. Harapan upah ini juga ada pada diri para murid Yesus. Mereka telah meninggalkan segalanya demi Nama Yesus dan Injil. Tentu saja mereka juga berharap akan menerima upahnya. Dan Yesus menjawab bahwa sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudara perempuan, ibunya tau bapanya, anak-anak atau ladangnya, orang itu akan menerima seratus kali lipat: rumah, saudara, ibu, bapa dan ladang”.

Yesus mau meneguhkan para murid-Nya bahwa tidak ada pengurbanan tanpa upah. Mengikuti Yesus dengan segala pengalaman, suka duka bahkan penganiayaan, pasti membawa berkat. Dengan kata lain, mengikuti Yesus selalu ada bayang-bayang salib. Namun upah yang akan terima di masa yang akan datang adalah kehidupan kekal. Namun untuk memperoleh kehidupan kekal itu ternyata tidak gampang. Menurut Yesus, kita harus berbagi kasih kepada sesama, dan ini tidak mudah. Banyak orang ingin melepas ketergantungan kepada Allah dengan menumpuk segala kekayaannya. Orang seperti ini sering lupa atau cenderung sombong karena segalanya kecukupan. Sementara mengikuti Yesus harus mau berbagi kasih, karena kalau tidak, kita tidak akan memperoleh kehidupan kekal.

Upah mengikuti Yesus adalah ‘hidup kekal’, namun hal ini tidak mudah dilaksanakan. Oleh karena itu, mari kita mohon agar kita terus dikuatkan iman kita, kita mohon kepada Tuhan agar kita dikuduskan di dalam kebenaran, sehingga kita akan memperoleh hidup kekal di dalam Kerajaan Surga.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.