Berbagi kasih dalam hidup.

Setelah hari Minggu kita merayakan hari raya Pentakosta, maka kita segera memasuki kalender liturgi biasa. Hari ini kita diajak untuk kembali membaca Injil Markus (Mark 10:17-27) dengan tema:” Berbagi kasih dalam hidup“. Inti dari bacaan Injil Markus hari ini adalah tentang orang kaya yang ingin hidup sempurna guna memperoleh hidup kekal. Secara singkat, orang muda yang kaya raya, segalanya ada, serba kecukupan datang kepada Yesus. Ia mohon advis kepada Yesus untuk memasuki hidup kekal di dalam Kerajaan Allah. Jawaban Yesus sangat mencengangkan anak muda itu, dan jawaban Yesus itu sangat menyedihkan hati pemuda. Apa kata Yesus:” Pergilah, juallah apa yang kau miliki dan berikanlah kepada orang miskin. Maka engkau akan memperoleh harta di surga.Kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku”. Orang muda itu meninggalkan Yesus dengan kecewa dan sedih, karena ia memiliki harta yang banyak. Lalu Yesus memandang para murid-Nya dan berkata kepada mereka:” Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah”..

Inspirasi dari bacaan Injil Markus hari ini dengan tema:” berbagi kasih dalam hidup” dimaksudkan dalam hidup ini kita diharapkan berbagi kasih. Orang kaya yang berbagi bagi orang lain yang miskin sangat mulia hatinya. Dengan berbagi kasih, orang lain terbantu. Berbagi kasih itu dalam bentuk apa saja, sehingga orang lain merasa terbantu hidupnya.

Dengan kata lain untuk memasuki Kerajaan Allah tidak cukup mengikuti “10 Perintah Allah”, dan barangkali ditambah dengan berdoa, dan dengan berbagi kasih dalam hidup menjadikan hidup ini menjadi lebih sempurna. Santo Paulus dalam Roma 14:17 mengatakan:” Kerajaan Allah itu bukan soal makan dan minum, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita dalam terang Roh Kudus”. Seperti permintaan Yesus dalam doa-Nya kepada Bapa-Nya agar para murid-Nya dikuduskan di dalam kebenaran. Berbagi kasih dalam hidup merupakan bentuk pengudusan dalam kebenaran hidup ini.
Apakah kita sudah berbagi kasih kepada sesama kita yang membutuhkannya. Andalah yang tahu.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.