Damai sejahtera Kristus.

Renungan singkat Kuasa Doa hari ini bersumber pada Injil Yohanes (Yoh 14:27-31a), dengan tema:” Damai sejahtera Kristus”. Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus berkata kepada para murid-Nya:” Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu! Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa, sebab Bapa lebih besar dari pada-Ku”. Untuk itu Yesus meminta kepada murid-Nya agar mereka percaya. Menurut Yesus, tidak banyak kesempatan lagi Ia harus berkata-kata, sebab penguasa dunia ini datang, namun dunia tidak sedikit pun berkuasa atas diri-Nya. Itulah sepenggal amanat Yesus kepada para murid-Nya.

Inspirasi dari bacaan Injil Yohanes hari ini antara lain tentang ‘damai sejahtera Kristus”. Sering kali Kristus tidak hanya berbicara tentang damai sejahtera kepada para murid-Nya tapi juga untuk kita. Damai sejahtera ini kini makin langka. Banyak negara-negara yang selalu dirundung konflik, misalnya kasus-kasus di Timur Tengah. Banyak masyarakat Kristen khususnya mengalami teror yang luar biasa. Hidupnya tidak ada damai sejahtera. Kehadiran Kristus di dunia adalah untuk menciptakan damai sejahtera itu. Namun demikian, Damai sejahtera yang ditawarkan oleh Kristus adalah damai sejahtera rohani, damai di hati, bukan damai sejahtera karena kelimpahan harta seperti ditawarkan oleh dunia.

Untuk memperoleh damai sejahtera itu, orang harus mengimani Kristus. Memang Kristus tidak kita lihat secara nyata, tapi kalau kita mengimani Kristus itu nyata yang dapat dirasakan di dalam hati. Kristus telah mengirim Roh Kudus untuk memperteguh keimanan kita akan Kristus. Roh Kudus itu adalah Roh Kristus yang akan membimbing kita kepada kebenaran dan damai sejahtera. Roh Kudus itu disebutnya “Parakletos”.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.