Setan itu taat kepada Yesus.

Dalam Injil Markus (Mrk 7:34-30) dikisahkan tentang Yesus yang menyembuhkan anak perempuan dari ibu seorang Yunani berkebangsaan Siro-Fenisia. Dengan kata lain ia bukan orang Yahudi. Pada waktu itu, orang-orang non Yahudi dianggapnya orang kafir. Orang kafir ini identik dengan ‘anjing-anjing’. Seolah Yesus itu hanya diperuntukkan untuk bangsa Yahudi, oleh karena itu dalam dialog antara Yesus dan perempuan Yunani ini cukup seru. “Anjing-anjing pun makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak”, maksudnya antara lain adalah bahwa orang kafir di luar Yahudi pun berhak memperoleh segala sesuatu sebagaimana diperuntukkan bagi orang-orang Yahudi. Singkatnya, seolah Yesus itu hanya mewartakan kabar keselamatan hanya untuk orang Yahudi. Namun ketegaran hati perempuan Yunani untuk memperoleh kesembuhan bagi anaknya akhir berhasil, dan Yesus pun menyembuhkan anak itu, dengan mengatakan:” Karena kata-katamu itu, pulanglah, sebab setan itu sudah keluar dari anakmu”. Ketika ibu itu pulang, ia mendapati anaknya terbaring di tempat tidur, dan setan itu sudah keluar.

Beriman kepada Yesus merupakan dasar untuk bisa menguasai roh jahat. Inspirasi dari bacaan Injil Markus hari ini hendaknya juga menjadi landasan hidup kita bahwa kita sungguh terbebas dari roh-roh jahat apabila kita kita berani bersandar pada iman akan Yesus. Namun demikian, tidak sedikit orang yang lebih suka bersekutu dengan roh-roh jahat. Orang-orang seperti ini selain akan mengalami kebinasaan dunia, di akhirat pun ia akan mengalami kebinasaan yang sama. Sementara itu tujuan kehadiran Yesus di dunia adalah untuk membebaskan umat manusia dari cengkeraman dosa dan maut, agar mereka memperoleh Kerajaan Surga.

Apakah Anda setuju? Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.