Paus Fransiskus : Jangan Pernah Katakan “Ya” pada Godaan Iblis

Beberapa hari lalu, Paus Fransiskus memberikan pesan penting kepada seluruh umat Katolik di dunia. Isinya berupa ajakan untuk menolak godaan iblis. Paus tahu betul bahwa kerap kali kita selalu gagal dalam menolak ajakan setan.

Apalagi, saat ini kita sedang berada dalam masa Prapaskah ini, dimana kita sebagai umat Katolik sedang berpuasa dan berpantang.

Tentunya, masa ini akan diwarnai dengan berbagai cobaan. Misalnya, cobaan untuk membatalkan puasa atau pantang yang sudah kita jalankan.

Karena itu, pesan Paus Fransiskus ini patut kita cermati sebaik mungkin sehingga kita bisa mempraktekannya dalam hidup kita.

#Jangan berdialog dengan iblis
Menurut Bapa Suci, kita harus meneladani sikap Yesus saat Ia menolak ajakan iblis di padang gurun. Tindakan nyata Yesus itulah yang harus kita contoh saat sedang dalam pencobaan, baik selama masa Prapaskah maupun di momen lainnya.

“Yesus tidak melakukan dialog dengan iblis, dan kita seharusnya tidak melakukannya”, pesan Paus Fransiskus.

Merefleksikan bacaan Injil pada hari Minggu Prapaskah pertama (bdk. Matitus 4 : 1-4), yang menceritakan tentang trik jahat si iblis dalam mencobai Yesus, saat Ia sedang berpuasa 40 hari di padang gurun, Paus menggarisbawahi bahwa, cara Yesus untuk menolak niat jahat si iblis, adalah salah satu trik yang patut kita pakai untuk melawan si jahat. Bahwa untuk menolak si iblis, kita tak boleh memberinya kesempatan untuk menguasai diri kita.

“Yesus tidak pernah berdialog dengan iblis. Yesus menanggapi iblis dengan Firman Allah,” kata Paus Fransiskus.

#Jangan memberi peluang pada iblis
Dalam keseharian, sering kali kita berdialog dengan iblis. Kita bahkan memberi peluang dalam diri kita untuk bernegosiasi dengan tawaran-tawaran menarik yang disodorkan si iblis.

“Dalam godaan, seringkali kita mengatakan, “Ya, tapi aku bisa melakukan ini … dan kemudian aku bisa mengaku dosa, dan kemudian ini dan kemudian itu…”.

Baca Juga : Puji Tuhan! Jokowi Akhirnya Undang Paus Fransiskus ke Indonesia

“Kita seharusnya tidak pernah berbicara dengan iblis. Yesus melakukan dua hal kepada iblis: Ia mengusirnya, dan kemudian menolak keras godaan itu dengan Firman Allah. Maka, berhati-hatilah. Jangan pernah berdialog dengan godaan, jangan pernah berdialog dengan iblis,” tegas Paus asal Argentina itu.

Paus juga menambahkan, bagaimana trik si iblis yang sering dipakai untuk menggoda manusia. Iblis akan menggunakan segala bentuk bisikan-bisikan yang menarik untuk menaklukan korbannya.

“Iblis menggoda dengan banyak suara yang mencoba meredam hati nurani kita” lanjutnya.

#Kenyamanan yang ditawarkan iblis adalah ilusi belaka
Paus mengingatkan bahwa salah satu trik paling unggul yang ditawarkan setan adalah memberikan kenyamanan dan perasaan bahagia yang berlebihan kepada kita.

“Ada begitu banyak pesan yang menggiurkan orang agar membiarkan diri mereka dicobai, untuk mengalami euforia pelanggaran.” tegas Bapa Suci.

Pengalaman Yesus dalam menolak godaan, mengajarkan kepada kita bahwa godaan merupakan tujuan utama iblis untuk membawa manusia menyimpang dari jalan Allah.

“Lakukan saja ini, tidak apa-apa, Tuhan akan memaafkanmu nanti. Bersenang-senanglah …,” ujar Paus sambil menirukan, suara-suara yang sering dibisikkan iblis.

Sudah dipastikan bahwa bisikan iblis selalu membawa kita pada penyimpangan dan kesesatan. Jalan iblis memberi kita sensasi yang menggiurkan, sehingga kita ingin menikmati kemewahan hidup seolah itu adalah tujuan utama kita di dunia ini.

Tapi semua itu hanya ilusi belaka. Kita harus segera menyadari bahwa semakin kita menjauh dari Tuhan, semakin kita merasa tak berdaya dan terbuang saat menghadapi tantangan besar dalam kehidupan.

Paus lalu mengajak kita untuk berdoa kepada Bunda Maria, “yang meremukan kepala ular,” agar sang Bunda membantu kita dalam masa Prapaskah ini untuk selalu “waspada dalam menghadapi godaan, untuk tidak menyerahkan diri kita kepada tindakan berhala di dunia ini, untuk mengikuti Yesus dalam perang melawan kejahatan, dan kemudian pada akhirnya kita juga akan menang layaknya Yesus yang menang godaan iblis”. (Sumber:katolikpedia.id)

Tinggalkan Balasan