translation services

Injil Lukas hari ini (Luk 6:27-38) antara lain menulis ” Ampunilah, maka kalian pun akan diampuni”.Mengampuni sesama yang bersalah kepada kita, tidak mudah kita mengampuni. Terkadang itu menjadi dendam kesumat. Bahkan terkadang menjai luka bathin selama hidupnya.

Dalam doa Bapa Kami yang diajarkan Yesus kepada kita sebagai pengikut-Nya antara lain “Ampunilah kesalahan kami seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami”. Frase hampir kita daraskan setiap saat, artinya kita selalu diingatkan agar kita mengampuni yang bersalah kepada kita. Konsekuensinya, kalau kita tidak mengampuni, maka dosa kita juga tertahan dan tidak diampuni. Kalau kita mendadak dipanggil Tuhan dalam keadaan berdosa besar, maka tidak ada kesempatan lagi untuk bertobat.
Jadi, Yesus Tuhan kita selalu mengingatkan kepada semua pengikut-Nya agar murah mengampuni agar kita pun juga diampuni dosa-dosa kita. Dalam prakteknya, kita mudah omong, bahwa kita sudah mengampuni, tapi dalam kenyataannya sulit kita untuk mengampuni.

Ada sebuah kata bijak yang sering mengingatkan kita :” To err is human, to forgive is devine”, atau pun ” to forgive is to forget”. Frase itu mau mengatakan bahwa hal bersalah itu sangat manusiawi, tapi mengampuni itu bersifat Ilahi. Dengan demikian, dalam hal mengampuni, ada campur tangan Tuhan melalui rahmat-Nya agar kita bersedia untuk mengampuni. Tanpa campur tangan Tuhan, adalah sifat manusia untuk saling membenci. Oleh karena itu, dalam Perjanjian Lama ada istilah “ mata ganti mata, gigi ganti gigi”. Yang artinya kejahatan harus dibalas dengan kejahatan. Kalau ini terjadi dan berlangsung terus-menerus, maka seperti apa jadinya dunia ini. Dunia akan sangat kacau. Dunia menjadi hancur. Oleh karena itu, kehadiran Yesus di dunia dimaksudkan antara lain untuk mengembalikan ketertiban dunia.

Sabda Yesus yang mengatakan :” Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tak seorang pun akan datang kepada Bapa tanpa melalui Aku “ (Yoh 14:6).Ketegasan sabda ini menjadikan pegangan kita semua bahwa Yesus adalah Tuhan alam semesta. Ini adalah kesaksian Yesus ketika Dia masih berada di tengah-tengah dunia. Walau saat ini tidak lagi di dunia, tetapi melalui Gereja-Nya yang kudus Ia masih mewartakan khabar keselamatan itu kepada dunia melalui Gereja-Nya. Dengan kata lain, Ia tetap eksis di dunia melalui Firman-Nya yang disampaikan oleh Gereja-Nya.

Panggilan kepada kita untuk saling mengampuni tetap harus kita pegang teguh, agar kita semua selamat pada akhirnya. Dan itu harapan Yesus bagi kita agar domba-dombanya tidak tersesat dan tetap di dalam kandangnya yang kudus yakni Gereja-Nya.
Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa, Tuhan memberkati kita semua.-***

Tinggalkan Balasan