translation services

Hari ini Injil Markus (Mrk 12:35-37) memperdebatkan siapakah Mesias itu? Orang Yahudi memahami Mesias sebagai pemimpin politis, yang akan memimpin perlawanan terhadap bangsa Romawi. Perdebatan tentang Mesias itu memuncak karena konsep Mesias bagi orang Yahudi berbeda dengan pemahaman Mesias menurut Yesus. Menurut Yesus, Mesias yang disebut Kristus itu adalah Anak Allah yang menurut nubuatan berasal dari keturunan Daud. Mereka juga tahu kalau Yesus itu terlahir sebagai anak tukang kayu bernama Yesup adalah keturunan raja Daud.

Orang Yahudi berpendapat bahwa Mesias yang akan datang Mesias yang gagah perkasa, sebagai pemimpin politik, seperti raja Daud yang mampu mempersatukan 12 suku-suku Israel. Oleh karena itu, setiap Yesus mengajar selalu diganggu oleh orang Parisi dan ahli Taurat. Menurut orang Farisi, Mesias itu harus serupa seperti raja Daud, sebagai panglima perang, sebagai pemimpin politik untuk mengusir penjajah bangsa Romawi yang menjajah mereka. Itulah gambaran Mesias menurut orang Parisi.
Sementara Yesus mengajarkan kepada kita bahwa Mesias adalah pemimpin rohani, yang harus menderita, wafat dan bangkit. Mesias sebagaimana disampaikan oleh Yesus itu tidak diterima oleh orang Farisi. Dan akhirnya Yesus ditolak oleh orang Yahudi. Penolakan orang Farisi ini mengakibatkan penderitaan fisik yang luar biasa sampai akhirnya Yesus mati di kayu salib, karena dianggap sebagai penjahat besar. Bagi penjahat besar, Yesus harus mati di kayu salib. Kisah sengsara, wafat dan kebangkitan ini merupakan misteri yang sulit diselami oleh manusia.

Kisah kebangkitan Kristus telah disaksikan oleh para murid-Nya yang menyatakan bahwa Yesus bangkit di antara orang mati, hidup bersama murid-Nya beberapa saat, dan kemudian naik ke surga di mana Ia berasal. Ia turun ke dunia untuk mewartakan suka cita agar manusia di dunia akan selamat, kalau mereka menerima Yesus sebagai jalan, kebenaran dan hidup. Di dunia ini tak seorang pun pernah melihat Allah, tapi kalau percaya kepada Yesus, maka jalan itu terbuka untuk keselamatannya. Karena Yesus menyatakan:” Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tak seorang pun akan datang kepada Bapa tanpa melewati Diri-Ku” ( Yoh 14:6).

Kita percaya bahwa Yesus sebagai Mesias sebagai satu-satunya jalan, kebenaran dan hidup. Hanya melalui Dialah kita diselamatkan, asal kita mau bertobat.
Demikianlah refleksi hari ini tentang “Mesias” Yesus Kristus. Tuhan memberkati.-*

Tinggalkan Balasan