translation services

Injil Markus (Mrk 12:28b-34) hari ini Yesus mengajarkan kepada umat manusia untuk mengerti dan menjalankannya yakni “Kasih adalah hukum yang pertama dan paling utama”. Memang di dunia di mana kita hidup banyak sekali hukum-hukum yang dibuat pemerintah dengan maksud untuk menertibkan umat manusia. Kita membayangkan sekiranya di dunia ini tidak hukum positif yang dikelola oleh negara. Maka negara itu pasti kacau. Mengapa kacau, karena manusia itu pada intinya ingin bebas, sebebas-bebasnya sehingga tak terkendali. Jika hukum tidak ada, maka dunia akan chaos (berantakan). Karena tidak ada ketertiban lagi.

Ketika Yesus masih berada di tengah-tengah dunia, Ia mengajarkan kepada dunia melalui para saksi hidupnya yakni para rasul untuk mewartakan tentang hukum yang pertama dan paling utama yakni kasih. Sebenarnya seluruh hukum yang dibuat manusia ini arahnya kepada hukum kasih.

Ketika mewartakan tentang hukum kasih itu, Yesus menandaskan bahwa ada 2 hukum kasih. Kasih yang pertama adalah kasih kepada Allah, dan hukum yang kedua adalah kasih kepada sesama seperti dirimu sendiri. Yesus juga menegaskan bahwa tidak ada perintah lain yang lebih utama dari pada kedua perintah itu. Terus bagaimana kitga harus mengasihi Tuhan dan sesama itu? Yesus mengatakan kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan segenap kekuatan kita. Artinya kalau kita mencintai Tuhan harus secara totalitas. Nah ini juga berlaku untuk hukum yang kedua yakni mengasihi sesama seperti dirimu sendiri. Oleh karena itu, jika seseorang mencintai Allah, tetapi membenci kepada saudara /sesama, maka ia seorang pendusta.

Kalau kita melihat salib Yesus, maka terlihat tentang ke atas, ke bawah dan juga ke samping kri dan kanan. Jika kita membuat tanda salib, maka kita mengarahkan tangan kita ke atas, ke bawah dan kesamping kiri dan kanan. Ke atas bermakna bahwa kita memuliakan dan melurhurkan Tuhan, ke samping kiri dan kanan adalah perhatian kita kepada sesama, sedang ke bawah adalah untuk bumi di mana kita hidup. Yang terakhir ini bahwa kita harus mencintai bumi kita. Bumi harus dipelihara dengan baik, karena tanah ini adalah ibu bumi yang memberi kehidupan manusia. Bumi tidak boleh dirusak tetapi harus dipelihara dengan baik.

Dengan demikian, hukum kasih yang diberikan kepada kita umat manusia, dimaksudkan agar manusia hidup dengan damai sejahtera, tidak berkelahi atau bunuh-bunuhan. Jika ini terjadi, maka manusia-manusia itu tidak mengerti hukum kasih Tuhan. Kita sebagai para penganut Kristus terus berusaha mewartakan kasih Tuhan kepada sesama manusia agar manusia untuk hidup berdampingan dan saling mengasihi. Jika ini terjadi, maka sebenarnya Kerajaan Allah itu sudah kita cicipi di dunia ini. Sekiranya kita mengucapkan Doa Bapa kami, maka kita mendaraskan “Datanglah KerajaanMU”. Kerajaan Allah adalah kerajaan yang penuh dengan kebenaran, dan damai sukacita dalam terang Roh Kudus (Roma 17:14)
Demikianlah refleksi hari ini tentang “ Kasih adalah hukum yang pertama dan paling utama”, Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan