translation services

Orang Yahudi sampai saat ini masih mengharapkan akan kedatangan Mesias. Mereka masih menantikan sampai detik ini. Mereka masih menyangkal tentang kehadiran Mesias dalam Diri Yesus Kristus yang mereka bunuh 2000 tahun yang lalu. Para rasul sebagai saksi hidup tentang kebangkitan Kristus jelas tidak terbantahkan, walau orang Yahudi khususnya imam-imam besar dan orang Farisi telah menyesatkan masyarakat bahwa jenazaah Yesus telah dicuri oleh murid-murid-Nya. Bahkan mereka telah menyogok dengan uang kepada para serdadu yang menjaga makam saat itu supaya para serdadu itu menyebarluaskan warta kebohongan bahwa jenazah Yesus telah dicuri para murid-Nya. Konon warta itu masih dipercaya oleh sebagian masyarakat Yahudi.

Para murid Yesus adalah saksi kunci tentang kebangkitan Kristus yang dianiaya oleh para imam dan ahli Taurat. Para murid ini adalah saksi kunci tentang kebangkitan Kristus. Kini Kristus memang sudah di dalam surga dengan segala kemulian-NYa. Dengan kata lain, Yesus hidup dan berkarya bagi keselamtan dunia dengan segala isinya.

Injil Lukas ( Luk 24:35-48) hari ini menegaskan bagaimana Yesus berbicara dengan para murid-Nya yang menuju Emaus, namun mnereka tidak menyadari bahwa mereka tengah berbicara banyak dengan Guru-nya. Mereka masih takut dan juga tak percaya kalau Guru-nya telah menampakkan Diri seolah orang asing. Ketikatahuan mereka itu tentu saja terjadi karena di dalam hati mereka masih kacau-balau. Dalam hati kecil pun mereka tidak akan percaya kalau Guru-nya akan menderita, wafat dan bangkit pada hari ketiga. Perasaan tidak menentu itu yang membuat hati dan pikiran tertutup atas Guru-nya yang sudah bangkit dan berbicara dengan para murid-Nya.

Perasaan yang kacau dan tidak menentu itu juga dapat menghantui hidup kita, ketika kita dilanda peristiwa yang sama seperti para rasul. Para rasul bukanlah orang cerdik pandai, mereka adalah orang-orang yang sederhana, tapi dipilih oleh Allah untuk mewartakan Kristus sebagai jalan, kebenaran dan hidup. Kita pun harus menyadari bahwa apa yang dikerjakan Gereja saat ini merupakan warisan dari para rasul. Oleh sebab itu, sumber iman kita tidak hanya berdasarkan Kitab Suci saja (sola scriptura), tetapi juga tradisi Suci Gereja yang merupakan warisan para rasul dan semuanya itu menjadi sumber iman, dan sumber iman yang ketiga adalah magisterium (kuasa mengajar Gereja). Gerejalah yang mewartakan kepada kita bahwa Kristus dapat kita kenal dengan baik melalui Kitab Suci, tradisi suci serta magisterium. Ketiga sumber iman itu tidak bisa dipisahkan dalam konteks keimanan umat beriman. Ketiga sumber iman tadi menjadi sumber kakayaan iman Gereja untuk diterima oleh umat beriman.

Kini kita sebagai anggota Gereja, kita meneruskan tugas para rasul untuk mewartakan kebaikan Tuhan. Gereja adalah kita untuk bergandeng tangan mewartakan Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat umat manusia. Oleh karena itu, kita tidak boleh bosan untuk menjadi saksi Kristus sesuai dengan bakat dan kemampuan kita masing-masing. Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan