translation services

Kamis Putih adalah malam terakhir di mana Yesus berkumpul bersama murid-Nya. Inilah saat-saat terakhir makan bersama dan juga Yesus membasuh kaki para murid-Nya. Tentu saja ini suatu perbuatan yang tidak biasa. Apa yang dikerjakan Yesus mempunyai makna yang dalam, dan oleh karena itu, peristiwa ini tetap dirayakan setiap tahun di seluruh Gereja di dunia.

Peringatan Kamis Putih selalu dirayakan dalam rangkaian pekan suci yang dimulai pada Minggu Palma. Dalam Perjamuan malam terakhir ini, ada suatu perbuatan yang tidak lazim, di mana Yesus membasuh kaki para murid-Nya. Bagaimana mungkin seorang Guru dan sekaligus Tuhan, mau merendahkan diri-Nya untuk membasuh kaki para murid-Nya. Peristiwa ini terus dikenang oleh Gereja dan diperingati setiap tahunnya sampai saat ini.

Dalam suratnya kepada jemaatnya di Korintus, Santo Paulus mengatakan bahwa apa yang telah kuterima dari Tuhan dan kuteruskan kepadamu yaitu bahwa Tuhan Yesus pada malam Ia diserahkan, mengambil roti dan setelah mengucap syukur atasnya, Ia memecah-mecahkan roti itu seraya verkata “ Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagimu; perbuatlah ini untuk mengenang Daku. Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata “Cawan ini adalah Perjanjian Baru yang dimeteraikan dalam darah-Ku. Setiap kali kamu meminumnya, perbuatlah ini untuk mengenangkan Daku. Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum dari cawan ini, kamu mewartakan wafat Tuhan sampai Ia datang”. Peristiwa ini selalu kita saksikan dan alami sewaktu konsekrasi. Tentu saja peristiwa ini luar biasa bagaimana Yesus mengajarkan kepada Gereja-Nya untuk selalu mengenang-Nya.

Selain peristiwa di atas, Yesus juga membasuh kaki para murid-Nya. Ini juga dilakukan oleh imam yang memimpin upacara pembasuhan kaki dari orang-orang yang dipilihnya. Tentu makna dari peristiwa ini antara lain agar kita saling merendahkan diri dengan melayani sesama ini. Karena Yesus sendiri pernah mengatakan ‘jika kamu berbuat untuk salah seorang yang paling hina ini, engkau telah melayani Aku’.
Dalam kesempatan ini Yesus juga telah memberikan perintah baru kepada kita semua yakni supaya kita saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu, demikian pula kamu harus saling mengasihi.

Makna Kamis Putih begitu luar biasa sehingga itu harus kita peringati dan kita lakukan, agar kenangan akan Yesus selalu terjaga. Perintah saling mengasihi barangkali bisa aktualisasikan melalui pandemi viris Corona Covid-19 saat ini di mana kita harus berbagi kasih kepada sesama yang tengah membutuhkannya. Tuhan, melalui peristiwa pandemi global itu, ingin bicara kepada dunia, bahwa Yesus yang pernah di dunia 2000 tahun lalu masih sama seperti sekarang dan yang akan datang. Ia mengingatkan dunia bahwa Tuhan tetap ada dan berkuasa atas dunia, agar dunia tidak berpaling dari pada-Nya. Semoga peristiwa Kamis Putih memberikan inspirasi baru tentang bagaimana kita harus saling mengasihi tanpa pandang agama, ras, suku atau pun golongan. Mereka semua ini adalah anak-anak-Nya yang dikasihi-Nya.

Semoa perayaan Kamis Putih ini makin membuka hati dan pikiran bahwa seperti Tuhan telah mengasihi diri kita, maka kita juga harus mengasihi sesama. Karena demikian, terjadilah damai sejahtera di antara kita, dan di antara bangsa-bangsa.
Demikianlah refleksi singkat tentang Kamis Putih, Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan