translation services

Tinggal sedikit waktu saja, demikian Yesus berkata kepada para murid-Nya. Sabda Yesus itu mau menyatakan bahwa Diri-Nya tidak akan tinggal lama lagi bersama dengan para murid-Nya. Mengapa Yesus berkata demikian. Waktunya sudah dekat, karena Ia akan diserahkan oleh Yudas Iskariot kepada orang Farisi dan ahli Taurat yang hendak membunuh-Nya. Dalam Injil Yohanes hari ini ( Yoh.13:21-33,36-38) Yesus mengatakan terus terang siapa yang akan mengkhianati Dia. Namun hati para murid masih tertutup, walau sudah terang-benderang. Bahwa Yudaslah salah seorang murid-Nya yang akan menyerahkan kepada orang Farisi dan ahli Taurat.

Dalam masa Perayaan Pekan Suci yang dimulai Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung dan Minggu Paskah, kita diajak untuk mengenang sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus. Dalam beberapa hari ke depan, kita akan mengenang detik-detik Yesus yang mendekati kondisi yang menegangkan. Betapa tidak! Sejak Dia diarak serta dielu-elukan orang banyak dengan lambaian daun palma di tangan dan mengendarai seekor keledai, rakya bergembira karena Yesus Sang Raja sudah datang. Namun di balik pesta daun palma, akan terlihat sisi ngeri bagaimana Yesus harus menderita yang sangat dalam. Ia akan diolok-olok, dipukul, dan harus memanggul salib ke puncak Golgotha, di mana Ia harus tergantung selama 3 jam di kayu salib. Itulah penderitaaan manusia yang paling kejam. Dalam penampakan-Nya kepada Santa Brigitta dari Swedia Yesus mengatakan bahwa ada 5480 luka-luka di derita-Nya selama dalam perjalanan menuju Gogotha. Suatu penderitaan di luar nalar manusia. Bayangkan ada 5.480 luka di seluruh tubuh-Nya. Ia menerima semuanya penuh kepatuhan atas kehendak Bapa-Nya. Ini semua adalah sebuah kenangan akan sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus.

Kristus saat ini sudah di surga. Ia berada di sana untuk mempersiapkan tempat bagi orang yang percaya kepada-Nya. Sebagai pengikut Kristus, apakah kita sudah mengikuti Kristus dengan baik dan benar? Andalah yang tahu. Tinggal sedikit waktu saja. Kita tidak tahu kapan. Oleh karena itu Yesus selalu mengingatkan “ “Berjaga-jagalah”, karena kita tidak tahu kapan datangnya seorang pencuri. Tentu saja pesan Yesus berlaku untuk setiap orang, karena Dialah yang diberi kuasa atas orang hidup dan mati. Saat ini Yesus selalu memegang buku catatan, siapa saja yang dipanggil lebih dulu. Tak seorang pun yang tahu.
Perayaan Pekan Suci sudah tiba. Mari kita rayakan dengan gembira di tengah kondisi dunia yang cukup mengkhawatirkan saat ini. Semua itu ada waktunya. Kita imani saja bahwa Tuhan Yesus akan bantu kita anak-anak-Nya yang tekun dan setia kepada-Nya. Karena hanya pada Dialah, kita semua bergantung kepada-Nya. Tuhan memberkati kita semuanya.***

Tinggalkan Balasan