translation services

Hidup damai dan sejahtera adalah cita-cita manusia dan itu sesuai kehendak Allah, agar kita semua hidup bersatu dengan rukun. Memang ini tidak mudah dijalankan dalam setiap kehidupan. Di antara orang-orang yang menginginkan damai sejahtera, ada juga orang-orang lebih senang mempertontonkan egoismenya. Golongan ini biasanya terdiri orang-orang yang penuh iri hati, dengki, sombong, malas dan sebagainya. Mereka tidak suka hidup berdampingan dengan rukun dan damai sukacita dengan sesamanya. Oleh sebab itu Yesus menegur kita kalau hidup keagamaan kita tidak lebih baik dengan ahli Taurat dan orang Farisi, kita tidak layak memasuki Kerajaan Surga.
Kedamaian dan sukacita itu diberikan kepada Tuhan kepada segala ciptaan-Nya. Sebenarnya kita sebagai pengikut Kristus tidak membutuhkan damai yang berasal dari dunia, tetapi berasal dari Tuhan.
Santo Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma mengatakan:” Kerajaan surga itu bukan soal makan dan minum, tapi soal kebenaran, damai sukacita dalam terang Roh Kudus.: (Rom 14:17). Artinya Kerajaan Surga itu kita sudah cicipi kalau hidup kita penuh dengan damai dan sukacita dalam terang Roh Kudus. Kerajaan Surga sudah kita alami di dunia ini sekiranya hal ini terjadi dalam hidup kita. Harapan kita semua adalah jika kita sudah meninggalkan dunia, kita juga akan mengalami damai sejahtera yang lebih besar lagi. Tapi ini semua butuh perjuangan kita selama di dunia ini. Sebagai pengikut Kristus, kita tidak boleh hanya sekedar pengikut yang sifatnya pasif, tetapi aktif. Kita tidak hanya sekedar menjadi penonton yang aktif berteriak.
Dalam Injil Matius hari ini (Mat 5:20-26), Yesus telah memberikan ajaran kepada kita semua bagaimana hidup dalam kedamaian dan sukacita. Bahkan jika mau memberikan persembahan kepada Tuhan, kita diminta meninggalkan persembahan itu dan meminta kepada kita untuk berdamai terlebih dahulu dengan sesama saya, agar persembahan kita dikabulkan oleh Tuhan.
Apakah hidup kita saat ini sudah berkenan di hati Tuhan? Artinya kita sudah melaksanakan hidup yang benar dan penuh sukacita. Jika demikian, kita layak menerima upahnya nanti di dalam Kerajaan Allah. Semoga. Tuhan memberkati.-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.