translation services

Kedatangan Yesus untuk yang kedua kalinya disebut pula parousia. Kristus akan datang sebagai Hakim Agung untuk mengadili umat manusia baik yang sudah mati mau pun yang masih hidup. Sebelum mengadili, Ia akan membagi ke dalam kedua kelompok besar. Yang di sebelah kanan adalah kumpulan domba-domba, dan sebelah kiri adalah kumpulan kambing. Apa makna domba atau kambing itu.

Domba adalah gambaran orang-orang yang diberkati oleh Tuhan, karena kelompok domba ini dalam kesehariannya selalu memiliki hidup bakti kepada Tuhan melalui perbuatan-perbuatan terhadap orang yang menderita, lapar dan miskin. Karena jika kita peduli pada mereka yang miskin dan lapar serta menderita, pada dasarnya mereka telah hidup bakti kepada Tuhan. Karena ada tertulis:” Mereka yang mengerjakan pekerjaan baik bagi salah seorang saudara-Ku yang paling hina ini, mereka akan diberkati, tetapi mereka yang tidak melakukan hal ini bagi salah seorang dari saudara-Ku ini akan dihukum. Pekerjaan baik apa yang dimaksud? Memberi mereka yang lapar, memberi tumpangan kepada mereka yang tidak punya rumah, memberikan pakaian yang telanjang, menghibur mereka yang sakit dan mengunjungi mereka yang dipenjara. Pekerjaan-pekerjaan itu layak mendapat hadian pada pengadilan terkahir dalam kaitannya antara Anak Manusia (Yesus) dengan mereka yang paling hina.

Oleh karena itu, warta akan kedatangan Yesus yang kedua kalinya menjadi cambuk bagi kita bagaimana kita ini harus menjalani kehidupan ini dengan benar. Apakah selama peziarahan hiddup kita sudah mengerjakan perbuatan-perbuatan sebagaimana Penginjil Matius telah tulis untuk kita semua? Jika”ya”, maka kita sudah dalam track yang benar, jika belum, masih waktu untuk mengerjakan perbuatan amal kasih kita kepada sesama.
Dalam pengadilan nanti, Hakim Agung yaitu Yesus Kristus akan mengadili semua orang secara adil. Bukan dilihat agama apa, tetapi bagaimana perbuatan selama hidup di dunia. Apakah kita juga peduli kepada sesama. Atau masa bodoh. Itu semua nanti ada nilainya tersendiri.
Sebagai Hakim Agung Yesus akan bertindak seadil-adilnya, dan keputusan-Nya sangat obyektif. Ukuran yang di
pakai Tuhan adalah apakah selama hidupnya sudah seperti tertulis dalam Injil Matius 25:31-46.

Dengan hadirnya masa Prapaskah menjadi sarana koreksi hidup kita melalui yang namany pertobatan. Karena dengan pertobatan, kita ingin agar suasa bathin makin lebih damai. Dengan cara ini, makas penghakiman agung di masa yang akan datang bukan suatu yang menakutkan, tetapi menjadi suatu kedamaian, karena kita akan hidup bahagia bersama para kudus di surga. Demikianlah refleksi singkat hari ini Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan