Tinggal Sedikit Waktu Saja.

Tinggal sedikit waktu saja, demikian Yesus berkata kepada para murid-Nya. Sabda Yesus itu mau menyatakan bahwa Diri-Nya tidak akan tinggal lama lagi bersama dengan para murid-Nya. Mengapa Yesus berkata demikian. Waktunya sudah dekat, karena Ia akan diserahkan oleh Yudas Iskariot kepada orang Farisi dan ahli Taurat yang hendak membunuh-Nya. Dalam

Para penggarap kebun anggur itu akan dihukum.

Injil Matius (Mat 21:33-43, 45-46) mengisahkan tentang kebun anngur yang disewakan kepada para penggarap kebun anggur. Suatu saat pemilik kebun anggur ini mengutus utusan untuk memperoleh hasil yang dikerjakan oleh para penggarap. Tapi utusan itu dibunuh, sehingga akhirnya Ia mengutus Putera-Nya sendiri, siapa tahu para penggarap ini menghormati Anak-Nya, tetapi

Rasanya hidup damai dan sejahtera.

Hidup damai dan sejahtera adalah cita-cita manusia dan itu sesuai kehendak Allah, agar kita semua hidup bersatu dengan rukun. Memang ini tidak mudah dijalankan dalam setiap kehidupan. Di antara orang-orang yang menginginkan damai sejahtera, ada juga orang-orang lebih senang mempertontonkan egoismenya. Golongan ini biasanya terdiri orang-orang yang penuh iri hati,

Yesus Sang Penyembuh Sejati.

Penginjil Mateus hari ini (Mat 15:29-37) mengisahkan bagaimana orang banyak berbondong-bondong dengan membawa mereka yang sakit dan semua orang disembuhkan. Tak ada seorang pun yang tidak disembuhkan. Semua disembuhkan dan semua orang mengalami damai sukacita. Peristiwa itu terjadi di pantai danau Galilea, tempat para muridnya mencari ikan untuk menghidupi keluarganya.