Berbagi beban berat.

translation services

Hari ini Yesus mengajak ‘berbagi beban berat”. Maksudnya bagaimana? Ketika Yesus mengatakan:”Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu”. Yesus mengajak kita untuk berbagi solusi masalah. Hidup manusia tidak pernah lepas dari masalah. Sejak manusia jatuh dalam dosa, masalah demi masalah terus melekat pada manusia. Yesus sebagai wajah Allah yang sempat hidup di tengah manusia, ingin berbagi kasih kepada dunia. Yesus ingin membantu masalah keselamatan manusia. Namun sebagian besar menolak-Nya. Karena ajakan Yesus sering tidak masuk akal secara duniawi. Selama Yesus di tengah umat manusia, karya-Nya ajaib, dan sabda-Nya penuh kuasa. Dari sekian banyak pendengar-Nya, ada yang tertarik dan terpanggil untuk ikut Yesus, tetapi juga yang menolak-Nya. Baik yang menerima atau pun yang menolak Yesus, Dia tidak pernah membencinya. Yesus tetap mengasihi mereka. Karena pada dasarnya Yesus memberikan hujan atau sinar matahari, baik untuk para pengikut atau penolak-Nya. Tidak ada perbedaan perlakuan. Perbedaan perlakuan itu terjadi ketika mereka akan dihakimi. Penghakiman pertama terjadi pada waktu kematian, dan penghakiman umum terjadi pada akh8r jaman.

Kembali kepada mereka yang letih lesu dan berbeban berat, Yesus berjanji akan membantunya kalau mereka mau datang kepada-Nya. Obat yang diberikan Yesus memang bukan obat antibiotik yang cespleng, tetapi rahmat kekuatan. Yesus akan mencurahkan Roh-Nya yang kudus agar yang bersangkutan dikuatkan dalam menjalani persoalan yang berat. Tetapi kalau kita menolak, Yesus pun akan membiarkan. Berarti orang itu tidak butuh pertolongan. Yesus dalam hal ini menghormat kehendak bebas apakah orang itu mau datang kepada-Nya atau menolak-Nya. Bagi yang menerima tawaran Yesus dan memohon pertolongan-Nya, Yesus akan bantu. Bantuan itu bisa dalam bentuk rahmat kekuatan, atau Yesus memberikan solusi yang tepat. Semuanya itu terserah kepada kehendak Tuhan dalam menyelesaikan masalah. Tapi Yesus pasti akan bantu, sekiranya mohon pertolongan-Nya. Ini harus kita imani. Bisa jadi pertolongan itu cepat. bisa jadi lama. Cepat atau lambat itu ukuran Tuhan, bukan urusan manusia. Tapi sesuai janji Yesus, pasti Yesus membantunya dengan cara Tuhan. Dari pihak kita “percaya” atau “mengimani” saja. Tapi iman itu harus dinyatakan dalam perbuatan kita. Karena iman saja tidak cukup.

Kita harusnya sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan Yesus yang penuh belas kasih kepada kita semua. Ia tidak pernah tidak mengabulkan doa-doa kita, dan semuanya akan dijawab oleh-Nya, asal kita mengimani-Nya. Berbagi beban berat dengan Yesus seharusnya menjadi fokus kita sebagai pengikut Yesus. Karena hanya melalui Dialah hidup kita menjadi tenang.

Demikianlah refleksi tentang” Berbagi beban berat” sebagaiman tertulis dalam Injil Mateus hari ini. God bless you all.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.