Peperangan antara roh yang baik versus roh jahat.

translation services

Peperangan antara roh yang baik versus roh jahat dari dahulu, sekarang mau pun yang akan datang tetap terjadi. Kapan berakhir peperangan itu? Mungkin ketika Kristus datang untuk kedua kalinya, peperangan itu berakhir. Kuasa Allah melalui Yesus akan mengakhiri peperangan itu dan dimenangkan oleh roh yang baik.

Perang tanding antara roh yang baik dan jahat itu akan terjadi selama kita masih berjuang di dunia. Kalau iman kuat maka kita akan memenangkan pertandingan itu, tapi bila iman kita lemah, maka kita akan menjadi makanan roh yang jahat. Roh jahat ini menguasai dunia ini. Jadi adalah benar bila banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih oleh Allah. Jika hidup kita dikuasai roh yang baik, maka hidup kita akan diantar kepada kebenaran, di mana kebenaran itu hanya milik Allah yang maha sempurna. Sebaliknya bila kita dikuasai oleh roh yang jahat, maka kita akan dibawa kepada jurang dan lembah dosa. Sekiranya kita sudah terjerembab dalam lembah ini, maka sulit bagi kita untuk keluar dari lembah ini. Tentu saja kita dapat keluar dari lembah, atas bantuan dan pertolongan rahmat Tuhan. Tanpa itu sulit kita bisa keluar dari lembah ini.

Dalam hidup ini kita selalu membutuhkan rahmat Tuhan, agar kita kuat menghadapi segala pencobaan. Bila kita sudah terbiasa dengan dosa, barangkali lama-kelamaan tidak mengenal dosa lagi. Karena kita sudah terbiasa. Bahkan kita sudah dikuasai oleh roh jahat, apalagi roh jahat sudah demikian banyak (Legion).

Agar kita tidak jatuh dalam lembah dosa, kita membutuhkan rahmat Tuhan. Rahmat Tuhan dalam ujud mulai mau berdoa lagi, memohon pertolongan Tuhan, agar dikuatkan untuk melawan goda roh jahat. Kemudian rahmat Tuhan itu makin membuka hati dengan bertegur sapa dengan Tuhan melalui Firman-Nya seperti tertulis dalam Kitab Suci. Kitab Suci adalah salah satu sarana untuk bertemu dengan Tuhan guna mendengarkan nasehat, pendidikan, atau larangan-larangan lainnya. Agar tidak jatuh dalam lembah dosa, kita membutuhkan mati raga atau puasa. Pada kesempatan ini, kita belajar untuk hidup bermatiraga. Kita mematikan raga kita, sementara hidup rohani makin kita tingkatkan. Pengakuan dosa atau rekonsiliasi juga penting, karena hal ini merupakan tanda pertobatan. Dengan rekonsiliasi, kita mau berdamai dengan Tuhan, dengan sesama dan juga dengan diri kita. Ini tanda penting, bila kita mau hidup damai dan sejahtera. Yang terakhir adalah Ekaristi, sebagai tanda persatuan dengan Tuhan sendiri. Setelah kita menjallani pertobatan, maka kita mau berdamai dengan Tuhan melalui Ekaristi. Dengan Ekaristi, kita dipulihkan, kita disembuhkan, kembali kita bersatu dengan Tuhan sendiri.

Oleh karena itu peperangan roh yang baik dan roh jahat harus dimenangkan oleh Roh yang baik agar hidup kita mengalami damai sukacita.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.