(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Imam-imam kepala mufakat untuk membunuh Yesus dan Lazarus.

Posted at 26 Maret, 2018 by Justinus on category Renungan
translation services

Imam-imam kepala mufakat untuk membunuh Yesus dan Lazarus. Hati mereka sudah mendidih atas ketidaksengannya terhadap Yesus. Ajaran Yesus telah menarik begitu banyak orang, sehingga ahli Taurat dan orang-orang Farisi terus berusaha keras bagaimana melenyapkan Yesus. Bahkan juga membunuh Lazarus yang pernah mati dan dibangkitkan oleh Yesus.

Minggu ini adalah pekan suci, di mana Gereja akan merayakan tri hari suci yang dimulai Kamis Putih, Jumat Agung dan Minggu Paskah. Tri hari suci merupakan rangkaian peristiwa di mana Yesus mengadakan perjamuan terakhir dan membasuh kaki para murid-Nya, Jumat Agung dengan kisah sengsara dan wafat Kristus, dan Minggu Suci dengan perayaan Kristus bangkit di antara orang mati. Ketiga peristiwa ini telah menjadi ketentuan, sehingga semuanya digenapi seluruh nubuatan Kitab Suci.

Ketika Yesus tiba di Betania tempat keluarga Martha, Maria dan Lazarus ada suatu pemandangan yang berbeda. Pada saat itu Maria meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu, minyak murni yang mahal harganya. Karena minyak itu mahal, mengapa hanya untuk meminyaki kaki Yesus dan bukannya dijual dan uangnya dibagikan kepada orang-orang miskin. Yesus yang merupakan salah seorang murid Yesus mengatakan demikian, karena ia adalah juru kas para rasul, tapi sebenarnya ia adalah pencuri. Ia sering maling duit. Namun demikian, Yesus membiarkannya dan bahkan mengatakan:”Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada kamu”. Dalam hal ini, Yesus sudah menubuatkan Diri-Nya, bahwa sebentar lagi Ia tidak akan bersama para murid-Nya dan akan pergi kepada Bapa-Nya di surga.

Injil Yohanes (Yoh 12:1-11) hari ini mengisahkan tentang Keilahian Yesus. Ia tidak akan bersama para murid-Nya dan akan kembali kepada Bapa-Nya di surga. Pekerjaan-Nya di dunia bersama para murid-Nya sudah selesai, tetapi Ia sendiri menegaskan akan mendampingi mereka sampai akhir zaman. Artinya Yesus secara visual kasat mata tidak dapat kita lihat, tetapi pekerjaan-Nya akan nyata melalui Gereja-Nya yang satu, kudus, katolik dan apostolik. Ini janji Yesus yang terus mendampingi Gereja-Nya kini dan yang akan datang. Saat ini Yesus sudah berada di dalam Kerajaan Surga. Namun Ia tetap mendapingi Gereja-Nya agar Gereja-Nya makin dimurnikan, sehingga makin banyak orang diselamatkan.

Kalau para imam berniat busuk untuk membunuh Yesus dan Lazarus ini karena ada iri dan dengki dalam hati mereka. Yesus secara kasat mata menjadi batu sandungan bagi orang Yahudi, karena Yesus dianggap telah menghujat Allah, dan menyatakan setara dengan Allah. Itulah salah satu keberatan orang Yahudi dengan kehadiran Yesus di tengah mereka.

Namun demikian, sejak awal memang Yesus telah dinubuatkan akan menjadi tanda perbantahan di antara bangsa-bangsa, dan tanda itu benar dan nyata pada saat ini maupun yang akan datang.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang’ Imam-imam kepada mufakat untuk membunuh Yesus dan Lazarus’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1