(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Siapa tidak bersama Yesus, ia melawan-Nya.

Posted at 8 Maret, 2018 by Justinus on category Renungan
translation services

‘Siapa tidak bersama Yesus, ia melawan-Nya. Penegasan ini disampaikan oleh Penginjil Lukas(Luk 11:14-23 ) hari ini tentang bagi siapa saja tidak bersama Yesus, maka ia melawan Dia. Hal ini erat kaitannya ketika Yesus mengusir roh jahat yang membisukan. Ketika roh jahat itu keluar dari tubuh orang itu, banyak orang heran, bagaimana hal itu terjadi. Bahkan di antara mereka, ada yang mengatakan:” Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan. Bahkan ada yang ingin mencobai Yesus dengan suatu tanda apakah bahwa Ia berasal dari surga?”. Namun demikian Yesus mengetahui hati dan pikiran mereka dengan mengatakan:” Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti akan binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh…?”

Ketika kita berbicara bahwa ‘siapa tidak bersama Yesus. ia melawan-Nya’, maka hal ini berkaitan pula bahwa kehadiran Yesus di dunia ini telah menimbulkan tanda perbantahan. Hal ini merupakan keniscayaan sebagaimana dinubuatkan oleh Simeon ketika Yesus sebagai Anak laki-laki sulung harus dipersembahkan ke dalam Bait Allah. Saat itulah Simeon menubuatkan tentang Yesus dan ibu-Nya. Tentang Yesus, Simeon menubuatkan bahwa Yesus akan menjadi tanda perbantahan bagi bangsa-bangsa, dan ibu-Nya akan tertusuk oleh pedang. Bahwa Yesus akan menjadi tanda perbantahan ini nyata dari dahulu, sekarang dan yang akan datang. Pada zaman Yesus hidup di tengah bangsa Yahudi, Yesus selalu menjadi pusat perhatian bangsa Yahudi yang ingin mendengarkan ajaran-Nya. Namun di antara mereka juga hadir orang-orang Farisi dan ahli Taurat yang selalu mematai-matai Yesus di mana pun Ia berada bersama murid-Nya. Mereka ini ingin menjebak Yesus dan mempersalahkan-Nya. Bahkan tidak hanya berhenti di situ, bahkan mereka ingin membunuh-Nya. Karena sejak kehadiran Yesus di tengah-tengah mereka, mereka merasa tidak nyaman. Banyak orang tidak lagi mau mendengarkan mereka mengenai ajaran leluhur mereka. Banyak orang tertarik kepada ajaran Yesus yang baru, yang lebih rohani, dan lebih damai. Tentu saja ajaran Yesus ini menjadikan iri hati dan benci, sehingga baik orang Farisi dan ahli Taurat ingin menghabisi-Nya.

Kisah Yesus hari ini memberikan pengajaran kepada para pendengar-Nya agar tidak suka mencela apa yang diperbuat oleh orang lain. Tidak perlu menghakimi orang lain bahwa dirinya jauh lebih benar dari pada orang lain. Dari itu semua, sebenarnya arah ajaran Yesus mengarah kepada kerendahan hati. Dengan kerendahan hati serta keterbukaan menerima Yesus sebagai Juru Selamat, maka Tuhan akan mencurahkan rahmat-Nya agar kita tekun dan setia kepada-Nya. Dengan demikian, Kerajaan Allah yang telah disediakan bagi kita semua, akan lebih mudah dicapainya.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘ siapa tidak bersama Yesus, ia melawan-Nya’, Tuhan memberkati.-







UA-43404914-1