(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Yesus adalah penggenapan hukum Taurat.

Posted at 7 Maret, 2018 by Justinus on category Renungan
translation services

Yesus adalah penggenapan hukum Taurat merupakan suatu keniscayaan. Kotbah di bukit sebagaimana disampaikan oleh Yesus hari ini dalam Injil Mateus (Mat 5:17-19) menegaskan kepada kita semua bahwa Yesus itu telah dinubuatkan begitu banyak di dalam Perjanjian Lama. Hari ini Penginjil Mateus secara jelas mengatakan:” Janganlah kamu menyangka bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya”.

Karya-karya Yesus sepenuhnya dapat dilihat dan didengar melalui Perjanjian Lama. Dari kelahiran Yesus, sampai wafat dan kebangkitan-Nya sudah dinubuatkan di dalam Perjanjian Lama atau nubuatan para nabi. Oleh karena itu, jadi benarlah kalau dikatakan bahwa Yesus adalah penggenapan nubuatan para nabi atau penggenapan hukum Taurat.

Setelah manusia pertama jatuh dalam dosa, maka kasih Allah begitu kuat untuk mengutus Putera-Nya ke dunia untuk mengadakan rekonsiliasi. Kehadiran-Nya adalah untuk memulihkan hubungan baik antara manusia dan Allah. Kehendak Bapa di surga dengan mengutus Putera-Nya antara lain agar manusia mempercayai-Nya dan melaksanakan perintah-perintah-Nya. Namun demikian, Ia ditolak oleh bangsa pilihan-Nya sendiri. Bahkan tidak hanya sekedar menolak, tapi menangkap dan membunuh-Nya dengan cara menyalibkan-Nya. Penyaliban adalah bentuk hukuman bagi seorang penjahat. Jadi Yesus dianggap sebagai penjahat kelas kakap, karena dianggap telah menghujat Allah.

Selama berkarya tiga tahun di dunia, Yesus banyak sekali membuat tanda-tanda aajaib di dunia dengan menyembuhkan segala penyakit, mengusir roh-roh jahat, menjadikan yang tuli mendengar, yang lumpuh berjalan, dan bahwa yang mati dihidupkan. Semuanya yang dikerjakan adalah sebagai tanda Ilahi, tetapi orang Farisi sebagai wakil bangsa Yahudi terus mendesak Yesus memberi tanda bahwa Ia berasal dari surga. Apa yang diperbuat Yesus adalah tanda-tanda surgawi atau tanda Ilahi, namun mereka tidak percaya. Oleh karena itu Yesus tidak mau terjebak dan tidak membuat tanda-tanda yang ajaib.

Sebenarnya inti permasalahan adalah iri dan benci. Inilah yang menjadi akar masalah mengapa orang Farisi dan ahli Taurat menolak Yesus sebagai Mesias. Namun kehendak Bapa harus bekerja sesuai rencana-Nya. Akhirnya Yesus pun harus menderita sengsara, wafat dan bangkit pada hari ketiga. Semuanya itu sudah harus terjadi dan semuanya sudah diramalkan atau dinubuatkan para nabi, dan Yesus adalah kepenuhan seluruh nubuat para nabi di dalam Perjanjian Lama.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘Yesus adalah penggenapan hukum Taurat’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1