(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Perayaan Imlek di Tahun Anjing.

Posted at 26 Februari, 2018 by Justinus on category Renungan
translation services

Perayaan Imlek di Tahun Anjing dirayakan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Yang istimewa dari perayaan ini adalah bahwa Di Tahun Anjing, Pecinta ​​Bunda Maria Diajak untuk Belajar Setia. Kisah ini terjadi di luar negeri khususnya di Vietnam, yang dulu sangat dikenal sebagai Negeri Komunis.

Para devosan Bunda Maria di Vietnam diajak untuk menghayati contoh kesetiaan, kesopanan, dan kewaspadaan anjing yang terus melindungi keluarga mereka.

Ribuan orang melakukan ziarah ke Gereja Bunda Maria Penolong Abadi pada tiga hari pertama Tet atau Tahun Baru Imlek, yang dimulai pada 16 Februari. Gereja yang dipimpin Kongregasi Redemptoris itu berada di Ho Chi Minh City.

Uskup Lang Son Cao Bang Mgr Joseph Chau Ngoc Tri meminta para peziarah “untuk menunjukkan kesetiaan, keramahan dan perhatian anda satu sama lain di Tahun Anjing ini.”

Anjing adalah contoh terpenting binatang kesayangan yang melindungi keluarga, tambahnya.

Uskup Tri, ketua Komisi Keluarga Konferensi Waligereja Vietnam, mengatakan bahwa dia diberi tiga foto – seekor anjing yang tergeletak di dekat makam pemiliknya, seekor anjing memeluk seekor kucing, dan seekor anjing lagi mengawasi setumpuk uang.

Prelatus tersebut mengatakan bahwa peserta ziarah harus mengungkapkan kesetiaan kepada pasangan mereka, anak-anak, tradisi keluarga, nenek moyang dan kehendak Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Dia mengatakan semua orang ingin mencapai ketenaran, kesuksesan dan kenikmatan duniawi, yang juga bisa merusaknya.

“Kita harus selalu berjaga dan berdoa kepada Tuhan untuk menggunakan bakat dan talenta yang Tuhan berikan kepada kita untuk membangun keluarga kita,” tambahnya.

Dia mengingatkan bahwa ketenaran, kehormatan dan kekayaan tidak membawa kebahagiaan.

Uskup Tri, yang memimpin Misa dalam rangka mengenang arwah para leluhur, meminta anggota keluarga untuk meluangkan waktu untuk peduli, saling berbagi cerita satu sama lain dan mempererat hubungan. Manusia jaman ini terus menerus bekerja dan menikmati kesenangan mereka sendiri, tapi mengancam ikatan keluarga.

Uskup Agung Paul Bui Van Doc dari keuskupan agung Ho Chi Minh City memimpin sebuah Misa untuk perdamaian dan kemakmuran bangsa, sementara Uskup Auksilier Joseph Do Manh Hung dari Ho Chi Minh City memimpin Misa untuk memohon berkat atas pekerjaan.

Demikian sekilas warta dari Vietnam (Sumber Uncanews).







UA-43404914-1