(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Hukum Tanam Tuai.

Posted at 26 Februari, 2018 by Justinus on category Renungan
translation services

Pada jaman now, kita mendengar dan sangat bertebaran ” Hukum Tanam Tuai“. Apa maksudnya. Apa yang kita tebarkan atau kita tanam, itu lah yang akan kita tuai. Istilah ini, saat ini sangat berterbaran di media sosial.

Injil Lukas (Luk 6: 36-38) hari ini berbicara tentang hukum tanam tuai. Injil Lukas berbicara dan kita menegaskan bagaimana Yesus mengajarkan kepada kita tentang hukum itu. Ini ada beberapa frase tentang ajaran Yesus mengenai hal di atas. Hendaklah kamu murah hati, sebagaimana Bapamu adalah murah hati. Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah, dan kamu akan diampuni“.

Injil Lukas hari ini mengungkapkan bahwa segala ukuran yang dipakai untuk mengukur orang lain, akan juga dipakaikan untuk diri kita. Katakan dalam hal pengampunan. Apabila kita mengampuni orang yang bersalah kepada kita, maka dosa kita pun akan diampuni pula oleh Tuhan. Oleh karena itu dalam Doa Bapa Kami yang selalu kita daraskan sewaktu berdoa, kita selalu mengatakan”
Ampunilah kesalahan kami seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Tuhan akan mengampuni dosa kita kalau kita juga mengampuni yang bersalah kepada kita. Demikian pula dosa kita tidak akan diampuni kalau kita tidak bersedia mengampuni yang bersalah kepada kita.

Mengampuni adalah suatu keutamaan bagi kita bagaimana kita harus menjalani kehidupan ini. Mengampuni orang lain adalah wajib agar kita juga diampuni oleh Tuhan sendiri. Semuanya dimaksudkan agar hidup kita sempurna seperti Bapa sempurna adanya. Karena tanpa kesempurnaan hidup, maka kita juga sulit untuk memasuki Kerajaan Allah. Kesempurnaan itu antara lain kita harus berani mengampuni sesama kita, dan bahkan Yesus mengajak kepada kita agar kita juga mendoakan musuh-musuh kita. Jika kita berbuat demikian, maka jalan kesempurnaan sudah kita mulai. Kita mengimani bahwa kesempurnaan serta bermurah hati adalah jalan yang dikaruniakan oleh Tuhan untuk menuju Kerajaan Allah.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘hukum tanam tuai’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1