(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Bertemu Tuhan melalui orang-orang yang paling hina.

Posted at 19 Februari, 2018 by Justinus on category Renungan
translation services

“Bertemu Tuhan melalui orang-orang yang paling hina” adalah sarana untuk menemukan wajah Tuhan. Mengapa demikian? Injil Mateus (Mat 25:31-46) hari ini mengisahkan bagaimana Yesus dengan segala kemulian-Nya nantinya akan menjadi Hakim Agung pada pengadilan akhir. Ia akan memberikan kemuliaan kepada mereka yang telah berbuat baik kepada sesama manusia. Sementara mereka yang tidak berbuat sesuatu kepada mereka yang termarginalkan, maka mereka akan dihukum. Karena mereka tidak pernah penya perhatian sedikitpun kepada sesamanya.

Pada pengadilan terakhir, Yesus akn menjadi Hakim Agung atas semua manusia. Semua orang akan dikumpulkan, kemudian dipilah menjadi dua bagian. Bagi mereka yang telah berbuat kebaikan serta kebajikan kepada orang-orang yang termarginalkan, maka mereka akan memperoleh kemuliaan Allah dan mereka akan dimasukkan dalam satu kawanan domba.

Sementara itu bagi mereka yang tidak peduli kepada orang-orang asing, orang sakit, orang lapar dan miskin atau mereka yang dipenjara, maka mereka akan dimasukkan dalam kelompok kambing dan mereka akan dihukum. Karena mereka ini sama sekali tidak memperhatikan kepentingan orang lain.

Dikatakan bahwa semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, ibarat seperti seorang gembala yang memisahkan domba dan kambing. Dan akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Kelompok domba adalah mereka yang peduli kepada sesama yang menderita seperti fakir miskin, mereka yang dipenjara, sesama yang membutuhkan tumpangan, atau orang – orang yang menderita sakit. Jika kita berbuat demikian, maka perbuatan amal-kasih kita akan dicatat oleh Tuhan sendiri. Dengan cara ini, maka kita dimahkotai kemuliaan Tuhan di dalam Kerajaan Surga. Bagi mereka ini, biasanya kerjanya sunyi senyap, tapi sangat peduli pada orang lain, tanpa harus diketahui orang lain. Nah orang-orang seperti ini yang akan memperoleh kemuliaan Tuhan dan dimasukkan ke dalam Kerajaan Surga.

Tentu sebagai umat beriman, Injil Mateus hari ini memberi inspirasi kepada kita khususnya pada masa Prapaskah ini agar kita peduli kepada sesama sebagaimana diajarkan kepada kita. Melalui masa pantang dan puasa dalam retret agung ini, kita ditantang untuk melaksanakan amal-kasih kepada sesama, serta meningkatkan olah hidup rohani yang makin hari makin baik.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang’Brertemu Tuhan melalui orng-orang yang paling hina’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1