(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Sumber kecemaran bukan tangan manusia, tetapi dari bathiniahnya.

Posted at 7 Februari, 2018 by Justinus on category Renungan
translation services

Sumber kecemaran bukan tangan manusia, tetapi dari bathiniahnya. Tentu saja hal dimaksudkan untuk meluruskan persepsi yang keliru tentang kenajisan sebagaimana dipahami oleh banyak orang. Pemahaman banyak orang tentang kenajisan adalah berkaitan dengan sentuhan-sentuhan dengan barang atau benda yang dianggap najis atau segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut orang itu.

Injil Markus(Mrk 7:14-23) hari ini mengingatkan kepada pembacanya bahwa Yesus telah menyatakan bahwa semua makanan itu halal. Karena segala seuatu yang masuk ke dalam mulut tidak mempengaruhi hati orang. Segala yang masuk itu akhirnya akan dibuang ke jamban. Namun Yesus menegaskan bahwa segala sesuatu yang keluar dari hati dan pikiran manusia itulah yang dapat menajiskan seseorang. Yang keluar dari hati atau pikiran orang itu antara lain pikiran jahat, percabulan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa napsu, iti hati, hujat, keseombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.

Tentu apa yang ditulis penginjil Markus belum tentu diterima oleh banyak orang. Karena banyak orang seperti halnya orang Farisi dan ahli Taurat lebih tertarik dan mempertahankan adat dan budaya sebagai produk manusia. Pada hal ada hukum yang lebih luhur yakni hukum Tuhan sendiri. Hukum dari Tuhan harus lebih tinggi dari hukum atau adat istiada buatan manusia.

Tuhan Yesus mau mengajarkan kepada kita tentang kebenaran-kebenaran yang seharusnya dipahami oleh banyak orang. Yesus berkali-kali menyampaikan agar hendaknya yang bertelinga mendengarkan. Kita telah dikaruniahi dengan 2 telinga, dimaksudkan agar kita lebih banyak mendengar, bukan lebih banyak omong.

Tema refleksi Kuasa Doa hari ini tentang sumber kenajisan bukan karena tangan, tetapi karena hati dan pikiran kita sendiri yang membuahkan pikiran-kikiran jahat. Yang datang dari luar seperti sentuhan, dapat dibersihkan dengan cara mencucinya. Jadi dalam beragama, nalar dan moral juga harus dipakai, sehingga kita tidak terjebak dalam pemahaman yang keliru, yang pada akhirnya akan merugikan diri kita sendiri.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini tentang ‘sumber kecemaran bukan tangan manusia, tetapi dari bathiniahnya’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1