(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Berbagai lahan sabda Tuhan.

Posted at 24 Januari, 2018 by Justinus on category Renungan
translation services

Ada berbagai lahan sabda Tuhan di dunia. Lahan itu begitu luas sehingga sabda Tuhan diterima dengan berbagai cara. Ketika Tuhan sebagai Penabur mau menanam benih sabda, maka benih itu akan jatuh di berbagai tempat. Menurut Injil Markus (Mrk 4:1-20), ada berbagai lahan yang tersebar di dunia ini. Lahan pertama adalah benih sabda yang jatuh di tepi jalan, di tanah bebatuan, di semak-semak, dan yang jatuh di tanah subur.

Bila benih sabda itu jatuh di tepi jalan, bisa jadi benih tumbuh.Dalam artian, orang menerima benih sabda ini, tapi karena iblis lebih berkuasa dari pada dirinya, akhirnya benih sabda Tuhan itu sia-sia, dan tidak menghasilkan apa-apa. Apabila benih sabda itu jatuh di tanah bebatuan, bisa jadi orang ini senang mendengar sabda Tuhan, tetapi karena lahan itu penuh dengan bebatuan, artinya sulit untuk bertumbuh dan berkembang karena benih itu tidak berakar kuat. Apabila benih itu jatuh di semak belukar, benih itu juga tidak dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik. Si penerima sabda Tuhan itu selalu dihimpit dengan masalah-masalah dunia dan penuh dengan kekhawatiran, maka benih juga tidak bertumbuh dan berkembang dengan baik. Himpitan kekhawatiran menyebabkan benih itu tidak berkembang dengan baik. Sementara benih yang tumbuh di tempat yang subur, maka benih akan banyak sekali menghasilkan buah.

Setelah kita menyaksikan dari keempat lahan tanah tadi, kita boleh menentukan pilihan kita dari keempat lokasi itu. Apakah benih sabda yang ditabur oleh Tuhan sendiri bertumbuh dan berkembang dengan baik di dalam diri kita sendiri dan juga bagi sesama kita.

Perumpamaan dari Injil Markus hari ini cukup menarik bagi kita, bagaimana diri kita menerima Firman yang telah ditaburkan oleh Tuhan. Mari kita kaji, apakah diri kita sebagai lahan yang telah menerima Firman itu cukup baik. Kita dapat menilai sendiri, lahan yang mana yang kita tentukan. Pada umumnya kita mengatakan bahwa lahan yang kita miliki adalah yang ketiga di mana semak-semak dalam bentuk kekhawatiran dunia masih menghimpit hidup kita ini.

Sekiranya diri kita sebagai lahan yang subur, tentu harus berbuah banyak, di mana orang lain merasakan panenan yang kita hasilkan.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘Berbagai lahan sabda Tuhan’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1