(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Menjadi keluarga Yesus.

Posted at 23 Januari, 2018 by Justinus on category Renungan
translation services

Bagaimanakah ‘Menjadi Keluarga Yesus’? Suatu pertanyaan yang menarik, barangkali. Hari ini Injil Markus (Mrk 3:31-35) mengisahkan saudara-saudara Yesus mencari-Nya. Setelah dicari di sana-sini, akhirnya ditemukan Dia saat mengajar di rumah ibadat. Ketika mereka mencari Yesus, salah seorang mendengar dan menyampaikan warta itu kepada Yesus bahwa para saudara-saidara-Nya sedang mencari-Nya. Tapi apa jawaban Yesus? Ia berkata: ” Siapa ibu-Ku? Siapa saudara-Ku? Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku. Barangsiapa melakukan kehendak Allah,dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku”. Tentu saja bagi kita orang zaman now, barangkali sulit menerima kata-kata Yesus? Bagaimana mungkin seorang Anak menjawab demikian kepada keluarga-Nya sendiri? Pasti kita orang akan marah?

Melalui Injil Markus hari ini Yesus mau memberi pelajaran kepada kita semua bahwa sebagai anak-anak Allah, persaudaraan kita bukan terbatas karena hubungan darah, tetapi persaudaraan kita sebagai sesama ciptaan Tuhan. Jadi ajaran Yesus itu mau menegaskan kepada kita yang namanya saudara tidak terbatas pada sanak keluarga saja. Bahkan setiap saat kita selalu berkumpul dan kita sering mendengar sebagai saudara seiman.

Oleh karena itu persaudaraan universal adalah persaudaraan sebagaimana Yesus ajarkan yakni siapa saja yang melaksanakan kehendak Allah, dialah saudaranya dan dialah ibunya. Persaudaraan yang Yesus lakukan adalah persaudaraan universal yang tidak membeda-bedakan ras, suku, agama dan antar golongan. Barangkali ini yang disebut sebagai persaudaraan sejati. Oleh karena untuk menjadi bagian dari keluarga Yesus, kita harus tekun dan setia melaksanakan kehendak Allah melalui Firman-Firman-Nya. Dengan tidak membatasi persaudaraan karena hubungan darah, maka persaudaraan kita menjadi sangat luas. Dan melalui persaudaraan sejati, maka kita menjadi keluarga Allah, dan menjadi keluarga Yesus.

Bagaimana dengan diri kita. Apakah kita juga sudah membangun persaudaraan sejati sebagaimana dikehendaki oleh Allah sendiri. Tentu saja kita tengah mengarahkan hidup kita ke sana, kita terus ingin mencari wajah Allah yang hakiki, dan bukan wajah yang kita ciptakan sendiri.

Dengan demikian, menjadi keluarga Allah berarti menjadi keluarga Yesus, karena melalui Yesus wajah Allah itu riil karena Dia adalah Tuhan dan juga manusia.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang’Menjadi Keluarga Yesus’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1