(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Menghujat Roh Kudus tidak mendapat ampun selamanya.

Posted at 22 Januari, 2018 by Justinus on category Renungan
translation services

Menghujat Roh Kudus tidak mendapat ampun selamanya. Apa maksudnya? Kita seringkali menerima pertanyaan seperti. Katanya Tuhan itu berbelas kasih, tetapi dalam hal ini, kok Tuhan begitu keras dalam mengadili seseorang.

Injil Markus (3:22-30) hari ini mengajarkan ajaran Yesus bahwa dosa yang paling tidak diampuni adalah kalau kita menghujat Roh Kudus. Pasti banyak orang bertanya dan menunggu jawaban atau keterangan yang pasti tentang hal tersebut.

Di dalam Katekismus Gereja Katolik 1864 dikatakan “Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus”, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, tetapi bersalah karena berbuat dosa kekal” (Mrk 3:29). Kerahiman Allah tidak mengenal batas; tetapi siapa yang dengan sengaja tidak bersedia menerima kerahiman Allah melalui penyesalan, ia menolak pengampunan dosa-dosanya dan keselamatan yang ditawarkan oleh Roh Kudus. Ketegaran hati semacam itu dapat menyebabkan sikap yang tidak bersedia bertobat sampai pada saat kematian dan dapat menyebabkan kemusnahan abadi.

Jika berbicara tentang dosa, maka secara prinsip dosa adalah suatu kesalahan yang membuat manusia membelok dari tujuan akhir, yaitu persatuan dengan Tuhan. Semakin parah suatu dosa, maka pembelokannya terhadap tujuan akhir akan semakin besar. Dan dosa menghujat Roh Kudus, adalah suatu pembelokan yang benar-benar bertentangan dengan tujuan akhir. Hal ini dapat juga dimanifestasikan dengan keputus-asaan dan tidak mempunyai sikap untuk sampai pada tujuan akhir.

Kalau seseorang menolak Roh Kudus, berarti ia menolak kebenaran dan menolak kasih Allah, serta menolak pengampunan dari Allah, maka tidak mungkin diampuni baik di kehidupan sekarang maupun yang akan datang. Dan siapakah Roh Kudus itu? Tentang hal ini, ketika Yesus menjanjikan Roh Penghibur, maka Yesus berkata “Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman.” (Yoh 16:8). Oleh karena itu, tugas utama Roh Kudus adalah ‘menginsafkan’ manusia dari dosanya. Jika manusia tidak mau insaf, maka ia berdosa melawan Roh Kudus.

Dari gambaran singkat di atas, maka iman kita terus akan bertumbuh bersama Roh Kudus yang terus membimbing dan mengungkapkan kebenaran serta menginsafkan dosa kita. Karena tanpa peran Roh Kudus, maka kita kehilangan berkat di dalam hidup ini. Oleh karena itu segala inspirasi dan pegangan hidup kita, itu berasal dari Roh Kudus yang terus menginsafkan akan dosa yang kita perbuat dan Roh Kudus selau berperan mengungkapkan akan kebenaran.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘Menghujat Roh Kudus tidak mendapat ampun selamanya’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1